
Javanese
Javanese adalah ras yang vokal dan penuh kasih sayang, dihargai karena bulunya yang halus, bentuk tubuhnya yang ramping, serta pengabdiannya yang cerdas dan berorientasi pada manusia.
- Size
- Sedang
- Lifespan
- 12–16 years
- Origin
- Amerika Serikat
- Temperament
- Vokal
- Standard colors
- Biru, Lila, dan Perak and 6 more
Characteristics
Coat and grooming
How the Javanese coat is built, and what that means when you groom it.
- Lapisan bulu
- Bulu tunggal
- Tekstur bulu
- Sutra
- Panjang bulu
- Panjang
- Kerontokan
- Rontok sedikit
Grooming guidance
Hati-hati: A Javanese coat mats easily.
Bulu halus atau panjang kusut di pangkalnya, di luar pandangan, tempat gimbal mengencang dan menarik kulit. Penyikatan harus turun sampai akar bagian demi bagian, bukan sekadar menyapu permukaan.
Javanese colors and patterns
What each club's breed standard says about every Javanese color and pattern. Point at a ruling to see the club's own wording.
Breed standards describe the Javanese in Biru, Lila, Perak, Cokelat kakao, Cokelat kehitaman, Kayu manis, Merah, Krem, dan Kuning kecokelatan. Standard patterns: Ujung gelap, Tabby, Kura-kura, Tabby kura-kura, dan Asap.
| Color or pattern | CFA |
|---|---|
| Biru | Sesuai standar (“Blue Lynx Point”) |
| Lila | Sesuai standar (“Lilac Lynx Point”) |
| Perak | Sesuai standar (“Silver Lynx Point”) |
| Cokelat kakao | Sesuai standar (“Chocolate Lynx Point”) |
| Cokelat kehitaman | Sesuai standar (“Seal Lynx Point / Seal-Tortie Point”) |
| Kayu manis | Sesuai standar (“Cinnamon Point”) |
| Merah | Sesuai standar (“Red Point”) |
| Krem | Sesuai standar (“Cream Point”) |
| Kuning kecokelatan | Sesuai standar (“Fawn Point”) |
| Patterns | |
| Ujung gelap | Sesuai standar (“Point”) |
| Tabby | Sesuai standar (“Lynx Point”) |
| Kura-kura | Sesuai standar (“Parti-Color Point”) |
| Tabby kura-kura | Sesuai standar (“Tortie Lynx Point”) |
| Asap | Sesuai standar (“Smoke Point”) |
| Color or pattern | CFA |
|---|---|
| Biru | Sesuai standar (“deep vivid blue”) |
| Color or pattern | CFA |
|---|---|
| Lila | Sesuai standar (“lavender-pink”) |
| Abu-abu sabak | Sesuai standar (“slate-colored”) |
| Cokelat kehitaman | Sesuai standar (“seal brown”) |
| Kayu manis | Sesuai standar (“cinnamon”) |
| Merah muda | Sesuai standar (“flesh or coral pink / dusty rose”) |
| Color or pattern | CFA |
|---|---|
| Biru | Sesuai standar (“slate-colored”) |
| Lila | Sesuai standar (“lavender-pink”) |
| Cokelat kehitaman | Sesuai standar (“seal brown”) |
| Kayu manis | Sesuai standar (“cinnamon”) |
| Merah muda | Sesuai standar (“flesh or coral pink / dusty rose”) |
What the rulings mean
- Sesuai standar
- Described by the club's breed standard.
Color changes
How a Javanese's colors can change over its life.
Tabbychanges toPolos
Bulu · Seiring usia · from 0 to 39 weeks
Tabbychanges toBerbayang
Bulu · Seiring usia · from 0 to 6 weeks
Tabbychanges toCincila
Bulu · Seiring usia · from 0 to 6 weeks
Biruchanges toKura-kura
Bulu · Seiring usia
Kremchanges toKuning kecokelatan
Bulu · Progresif
Biruchanges toHijau
Mata · Seiring usia · from 4 to 17 weeks
Biruchanges toKuning
Mata · Seiring usia · from 4 to 17 weeks
Biruchanges toEmas
Mata · Seiring usia · from 4 to 17 weeks
Biruchanges toTembaga
Mata · Seiring usia · from 4 to 17 weeks
Biruchanges toOranye
Mata · Seiring usia · from 4 to 17 weeks
Biruchanges toCokelat kehijauan
Mata · Seiring usia · from 4 to 17 weeks
Biruchanges toAmbar
Mata · Seiring usia · from 4 to 17 weeks
Merah mudachanges toCokelat kehitaman
Hidung · Seiring usia · from 1 to 52 weeks
Merah mudachanges toBiru
Hidung · Seiring usia · from 1 to 52 weeks
Merah mudachanges toCokelat kakao
Hidung · Seiring usia · from 1 to 52 weeks
Merah mudachanges toLila
Hidung · Seiring usia · from 1 to 52 weeks
Merah mudachanges toCokelat kehitaman
Bantalan kaki · Seiring usia · from 1 to 52 weeks
Merah mudachanges toBiru
Bantalan kaki · Seiring usia · from 1 to 52 weeks
Merah mudachanges toCokelat kakao
Bantalan kaki · Seiring usia · from 1 to 52 weeks
Merah mudachanges toLila
Bantalan kaki · Seiring usia · from 1 to 52 weeks
Sources
Each ruling comes from the club's published breed standard or color list.
Mengenal kucing Javanese
Javanese adalah kucing berukuran sedang, cerewet, dan penuh kasih dari Amerika Serikat, dengan bulu tunggal yang halus, tubuh ramping, dan ikatan kuat pada manusia.
Javanese adalah kucing domestik berukuran sedang yang berkerabat dekat dengan Siamese dan Balinese. Bentuk tubuhnya sama panjang dan langsing, wataknya sama cerewet dan dekat dengan manusia, tetapi warna dan pola point-nya lebih beragam. Bulunya berlapis tunggal dan halus, menempel rapat di badan sehingga kucing terlihat lebih ramping daripada yang disangka dari panjang bulunya.
Ini ras yang memang dibentuk untuk menemani. Javanese cenderung mengikuti pemiliknya dari ruang ke ruang, berkomentar tentang harinya dengan suara yang jelas, dan ikut campur dalam apa pun yang sedang terjadi. Ia cerdas dan penasaran, sehingga cepat menangkap permainan dan rutinitas rumah. Rumah yang sepi hampir sepanjang hari biasanya bukan pasangan yang cocok, sebab ras ini menjadi bosan dan kesepian tanpa interaksi.
Kebutuhan fisiknya sederhana. Bulu tunggal tidak menggumpal seperti bulu berlapis ganda, dan menyisir seminggu sekali umumnya sudah cukup. Sebagian besar pekerjaan memelihara Javanese bersifat sosial, bukan fisik: ia menginginkan perhatian, permainan, dan percakapan lebih daripada perawatan yang rumit.
| Atribut | Rincian |
|---|---|
| Asal | Amerika Serikat |
| Ukuran | Sedang |
| Umur | 12 sampai 16 tahun |
| Kelompok / peran | Kucing pendamping (keluarga Oriental / Siamese) |
| Cocok dengan | Keluarga, pemilik lajang yang perhatian, kucing lain, anjing yang ramah kucing |
Cocok untuk siapa
Javanese cocok untuk orang yang menginginkan kucing interaktif dan komunikatif serta sering berada di rumah atau memelihara hewan lain sebagai teman. Ia baik bersama anak yang sudah cukup besar untuk bermain dengan lembut dan bersama hewan lain yang mudah bergaul. Ia kurang cocok untuk pemilik yang lebih menyukai kucing tenang dan mandiri atau yang pergi berjam-jam setiap hari.
Sejarah dan asal usul
Javanese dikembangkan di Amerika Serikat pada paruh kedua abad kedua puluh sebagai variasi warna dari Balinese, keturunan Siamese berbulu panjang.
Javanese berasal dari Siamese, salah satu ras kucing tertua yang diakui. Siamese tiba di dunia Barat dari Siam (kini Thailand) pada akhir abad kesembilan belas dan menjadi dasar bagi beberapa ras yang berkerabat.
Induk langsung Javanese adalah Balinese, yaitu Siamese berbulu panjang yang muncul dari anak kucing berbulu panjang yang lahir dalam kelahiran Siamese pada pertengahan abad kedua puluh di Amerika Serikat. Para peternak memantapkan bulu yang lebih panjang sambil mempertahankan tipe tubuh Siamese dan empat point tradisionalnya.
Javanese diciptakan di Amerika Serikat untuk menampung warna dan pola yang berada di luar empat point tradisional Siamese. Kucing dengan bulu Balinese tetapi berwarna point lain, termasuk point merah, krem, tortie, dan tabby (lynx), dikelompokkan dengan nama Javanese. Karena itu ras ini terutama dibedakan oleh rentang warnanya, bukan oleh perbedaan tubuh atau bulu.
Penamaan dan perlakuan registri berubah dari waktu ke waktu. Sebagian asosiasi menggabungkan Javanese ke dalam Balinese sebagai divisi warna alih-alih mempertahankannya sebagai ras terpisah, sehingga namanya tampil berbeda tergantung registrinya. Nama itu sendiri hanya berbau geografis; seperti Balinese dan Siamese, nama itu tidak menunjukkan asal dari Jawa atau Indonesia.
Penampilan
Javanese adalah kucing ramping bertulang halus dengan kepala berbentuk baji, telinga besar, mata biru berbentuk almond, dan bulu tunggal halus berpola point.
Javanese memiliki tubuh memanjang dan tubular khas keluarga Oriental dan Siamese. Garis tubuhnya panjang dan halus: leher panjang, kaki langsing, badan sempit, serta ekor tipis yang meruncing. Kepalanya membentuk baji panjang, dengan profil lurus, moncong halus, serta telinga besar berjarak lebar yang melanjutkan garis baji itu. Matanya berbentuk almond dan miring ke arah hidung, serta berwarna biru.
Meski kerangkanya ramping, Javanese yang sehat justru padat dan berotot, bukan rapuh. Bulunya adalah ciri utama selain warna: panjang sedang, halus, dan lembut, tanpa lapisan bawah berbulu wol. Karena berlapis tunggal, bulu itu menempel rata di badan, dan paling panjang di ekor yang membawa jumbai lembut.
| Ciri | Standar |
|---|---|
| Tinggi | Sekitar 20 sampai 25 cm di bahu |
| Berat | 2,5 sampai 5 kg |
| Bulu | Panjang sedang, halus, lembut, tunggal (tanpa lapisan bawah) |
| Warna | Pola point dalam banyak warna, termasuk point merah, krem, tortie, dan lynx (tabby) |
| Mata | Berbentuk almond, biru |
Bulu dan warna
Javanese menampilkan pola point, dengan warna badan yang lebih pucat dan warna lebih gelap di wajah, telinga, kaki, dan ekor. Warna point inilah yang membedakannya dari empat point tradisional Siamese. Variasi yang umum meliputi point merah, point krem, point tortie, dan point lynx, yaitu ketika point-nya membawa garis-garis tabby. Warna badan cenderung memekat seiring usia, sehingga kucing tua sering menunjukkan kontras lebih besar daripada anak kucing.
Temperamen
Javanese penyayang, suka bermain, cerdas, dan sangat cerewet, membentuk ikatan kuat dengan pemiliknya serta ingin terlibat dalam kehidupan sehari-hari.
Javanese termasuk kucing yang paling menuntut perhatian, dan justru di situlah daya tariknya. Ia terikat erat dengan penghuni rumah dan lebih suka berada di dekat manusia. Banyak pemilik menyebutnya bayangan yang mengawasi pekerjaan rumah, ikut dalam percakapan, dan segera duduk di pangkuan pada kesempatan pertama.
Ia cerewet layaknya kerabat Siamese-nya, memakai suara jernih untuk meminta makan, perhatian, atau sekadar menjawab saat diajak bicara. Sebagian individu banyak sekali bersuara. Ras ini juga sangat cerdas dan gemar bermain hingga dewasa, dan bisa menjadi frustrasi atau merusak jika tidak ada yang menyibukkannya.
Terhadap orang asing ia biasanya percaya diri dan penasaran, bukan pemalu. Ia umumnya menerima kucing lain dan anjing yang ramah kucing, sebagian karena ia suka ditemani dan tidak menikmati kesendirian. Terhadap anak-anak ia sabar dan suka bermain, asalkan anak menanganinya dengan lembut.
| Sifat | Nilai |
|---|---|
| Kasih sayang | 5 |
| Energi | 4 |
| Kemudahan dilatih | 4 |
| Kecerewetan | 5 |
| Kerontokan bulu | 2 |
Perawatan dan grooming
Javanese mudah dirawat berkat bulu tunggalnya, tetapi butuh permainan dan interaksi harian serta paling baik di rumah yang tidak sering ditinggal lama.
Grooming
- Sikat atau sisir seminggu sekali untuk mengangkat bulu rontok dan menjaga bulu tetap mulus.
- Bulu tunggal tahan gumpal, jadi tidak perlu grooming harian.
- Potong kuku setiap beberapa minggu dan periksa telinga dari kotoran atau serumen.
- Sikat gigi secara rutin untuk menekan penyakit gigi yang lazim pada keluarga Siamese.
Aktivitas
- Sediakan setidaknya dua sesi bermain per hari dengan mainan tongkat, bola, atau lempar tangkap.
- Beri pengumpan teka-teki dan mainan bergilir untuk menyibukkan pikiran yang aktif.
- Beri ruang vertikal seperti pohon kucing dan rak untuk memanjat.
- Pertimbangkan hewan kedua yang cocok jika kucing akan sendirian pada siang hari.
Lingkungan
Javanese adalah kucing dalam ruangan yang ingin menjadi bagian dari kehidupan rumah. Ia menoleransi apartemen dengan baik selama ada ruang memanjat, mainan, dan teman. Ia peka terhadap dingin karena bulu tunggalnya yang tipis, jadi jagalah rumah tetap hangat dan hindari angin bertiup langsung. Ditinggal sendiri dalam waktu lama adalah hal utama yang harus dihindari; ras ini lebih menderita karena kesepian daripada karena kurang ruang.
Nutrisi dan pemberian makan
Javanese cocok dengan pakan kucing lengkap yang kaya protein dalam porsi terukur, dengan perhatian pada berat karena tubuh rampingnya cepat menunjukkan perubahan.
Javanese membutuhkan pakan lengkap dan seimbang yang diformulasikan sesuai tahap hidupnya. Sebagai karnivora sejati, ia memerlukan pakan yang berpusat pada protein hewani, dengan taurin, lemak, dan nutrisi yang berasal dari bahan berbasis daging. Pakan lengkap basah maupun kering sama-sama cocok, dan banyak pemilik memberi kombinasi keduanya. Air bersih harus selalu tersedia.
Ras ini secara alami ramping, sehingga kenaikan berat cepat terlihat dan sebaiknya ditangani sejak dini. Takar porsinya alih-alih menyediakan pakan bebas, dan sesuaikan berdasarkan kondisi tubuh serta tingkat aktivitas kucing. Anak kucing perlu makan lebih sering dan formula khusus anak kucing untuk mendukung pertumbuhan.
| Tahap hidup | Jumlah per hari | Frekuensi |
|---|---|---|
| Anak kucing (sampai 12 bulan) | Sesuai label pakan anak kucing, diberi sesuai nafsu makan | 3 sampai 4 |
| Dewasa (1 sampai 7 tahun) | Sekitar 200 sampai 300 kkal, menurut kondisi tubuh | 2 |
| Senior (7+ tahun) | Disesuaikan untuk menjaga berat sehat | 2 |
Camilan dan suplemen
Camilan sebaiknya tidak melebihi sekitar sepuluh persen kalori harian agar tidak mengganggu keseimbangan pakan. Kucing yang makan pakan komersial lengkap biasanya tidak perlu suplemen tambahan; berikan suplemen apa pun hanya atas saran dokter hewan. Camilan dan kunyahan gigi dapat membantu menjaga kesehatan mulut bersama penyikatan gigi rutin.
Kesehatan
Javanese umumnya sehat dengan umur 12 sampai 16 tahun, tetapi berbagi sejumlah risiko keturunan dengan keluarga Siamese, termasuk penyakit gigi dan kondisi genetik tertentu.
Javanese umumnya adalah ras yang tangguh dengan umur khas 12 sampai 16 tahun, dan banyak kucing hidup lebih lama dengan perawatan baik. Karena berasal dari Siamese, ia berbagi sebagian risiko keturunan keluarga itu, sehingga membeli dari peternak yang menyaring kucingnya menurunkan peluang masalah genetik.
Tubuh yang ramping membuat perubahan berat dan penyakit bisa muncul lebih awal, yang kerap membantu pemilik menyadari masalah dengan cepat. Perawatan hewan rutin, vaksinasi, pengendalian parasit, dan perhatian pada kesehatan gigi menunjang umur panjang.
| Kondisi | Tanda | Catatan |
|---|---|---|
| Penyakit gigi | Bau mulut, air liur berlebih, enggan makan | Umum pada keluarga ini; penyikatan dan pemeriksaan membantu |
| Atrofi retina progresif | Kehilangan penglihatan malam, menabrak benda | Kondisi mata keturunan; tersedia uji genetik |
| Amiloidosis | Rasa haus meningkat, penurunan berat, gangguan organ | Memengaruhi organ seperti hati; terlihat pada garis Siamese |
| Kepekaan pernapasan | Bersin, hidung tersumbat, terutama saat anak kucing | Lebih umum pada ras Oriental berpola point |
Perawatan pencegahan
- Pemeriksaan hewan tahunan, lebih sering untuk kucing senior.
- Jaga vaksinasi dan pengendalian parasit tetap terkini.
- Sikat gigi dan jadwalkan pemeriksaan gigi untuk menangkap penyakit lebih awal.
- Pantau berat dan kondisi tubuh di rumah.
- Tanyakan peternak tentang penyaringan kondisi mata dan organ yang diturunkan.
Pelatihan
Javanese cerdas dan senang terlibat, sehingga menjadi salah satu kucing yang lebih mudah dilatih lewat permainan, rutinitas, dan metode berbasis imbalan.
Javanese belajar dengan cepat dan menikmati kerja mental dalam pelatihan. Kecerdasan dan keinginannya untuk berinteraksi berarti ia akan menangkap trik, menanggapi namanya, bahkan belajar berjalan dengan harness jika diperkenalkan dengan sabar. Banyak pemilik mengajarinya lempar tangkap, sebab ras ini sering mengambil benda secara alami. Pelatihan juga menyalurkan energinya dan mengurangi perilaku akibat bosan.
Buat sesi tetap singkat dan sering, dan hentikan selagi kucing masih tertarik. Konsistensi penting: isyarat yang sama harus selalu berarti hal yang sama. Hukuman justru merugikan pada kucing yang peka dan berpusat pada manusia, dan cenderung merusak ikatan alih-alih mengubah perilaku.
Dasar-dasar
- Terapkan pelatihan kotak pasir sejak dini; sebagian besar anak kucing cepat belajar dengan kotak yang bersih dan mudah dijangkau.
- Beri imbalan saat kucing memakai tiang cakar untuk melindungi perabot.
- Ajari kucing datang saat namanya dipanggil memakai camilan dan panggilan yang konsisten.
- Perkenalkan trik sederhana seperti duduk atau lempar tangkap dalam sesi singkat.
- Bila diinginkan, biasakan kucing dengan harness secara bertahap sebelum berjalan di luar.
Pengembangbiakan
Javanese mencapai kematangan kawin pada tahun pertama dan menghasilkan anak dalam jumlah sedang; pembiakan bertanggung jawab mencakup penyaringan kesehatan dan sosialisasi anak kucing.
Seperti kucing lain dalam keluarga Siamese, Javanese mencapai kematangan seksual lebih awal, sering sekitar lima sampai sembilan bulan, meski peternak yang bertanggung jawab menunggu hingga induk betina matang secara fisik dan lolos uji kesehatan sebelum kelahiran pertama. Betina dalam keluarga ini cenderung cerewet dan gigih saat berahi.
Masa bunting berlangsung kira-kira 63 sampai 67 hari. Jumlah anak biasanya sedang, umumnya empat sampai enam ekor. Anak kucing lahir pucat dan mengembangkan warna point-nya selama minggu-minggu berikutnya, dengan warna penuh yang memekat selama berbulan-bulan.
Pembiakan bertanggung jawab berfokus pada kesehatan dan temperamen. Kucing indukan harus disaring untuk kondisi keturunan yang dikenal pada garis Siamese dan Balinese, dan anak kucing harus disosialisasikan dengan baik bersama manusia sebelum pindah ke rumah baru. Anak kucing biasanya diserahkan sekitar dua belas sampai empat belas minggu setelah disapih, divaksin, dan percaya diri. Pemilik yang tidak berniat membiakkan sebaiknya mengebiri kucingnya, yang juga mengurangi perilaku bersuara dan teritorial yang tidak diinginkan.
| Ukuran | Nilai |
|---|---|
| Kematangan seksual | Sekitar 5 sampai 9 bulan |
| Masa bunting | Kira-kira 63 sampai 67 hari |
| Rata-rata jumlah anak | 4 sampai 6 ekor |
| Usia disapih | Sekitar 8 minggu |
| Usia penyerahan yang disarankan | 12 sampai 14 minggu |
Mendaftarkan kucing ras Javanese sekaligus microchipnya
Catatan gratis seumur hidup untuk kucing ras Javanese Anda, dengan microchip terdaftar dan kontak yang selalu terbaru.
Cara mendaftarkan kucing ras Javanese di Indonesia
Penampungan hanya bisa menelepon nomor yang diberikan catatan. Jadikan nomor itu milik Anda: nama kucing ras Javanese, warna bulu, dan foto di samping nomor telepon Anda, dalam catatan yang menjawab dari negara mana pun. Pendaftaran kucing selesai selagi kucing tidur di sofa.
Kertas dari klinik memuat lima belas digit yang belum menunjuk siapa-siapa. Daftarkan gratis di United Pet Club supaya menunjuk telepon Anda: catatan tanpa kedaluwarsa, semua merek chip, perubahan gratis sepanjang umur kucing ras Javanese. Registrasi chip dua menit selesai.
Bagaimana cara mendaftarkan kucing ras Javanese di Indonesia?
Buat akun gratis di United Pet Club, tambahkan nama, warna bulu, dan foto kucing ras Javanese, lalu simpan. Catatan gratis sepanjang umur kucing, di rumah maupun suka keluar.
Bagaimana mendaftarkan microchip kucing ras Javanese?
Salin nomor 15 digit dari kertas klinik ke akun gratis Anda dan periksa nomor telepon. Paket seumur hidup tidak memungut biaya pendaftaran maupun perubahan.
Apakah kucing di Indonesia wajib didaftarkan?
Tidak ada kewajiban hukum, dan justru karena itu catatan yang Anda buat sendiri adalah satu-satunya penghubung antara kucing ras Javanese dan telepon Anda. Di United Pet Club penghubung itu gratis.
Berapa biaya mendaftarkan kucing ras Javanese?
Gratis total. Profil, registrasi microchip, dan pembaruan tanpa batas semuanya masuk paket gratis seumur hidup.
Pertanyaan yang sering diajukan
Pertanyaan umum tentang Javanese meliputi ukuran, temperamen, kebutuhan perawatan, umur, kecocokan, dan seberapa mudah ras ini ditemukan.
Seberapa besar kucing Javanese?
Javanese adalah kucing berukuran sedang, umumnya berbobot 2,5 sampai 5 kg dan setinggi sekitar 20 sampai 25 cm di bahu. Meski tubuhnya ramping dan bergaris panjang, kucing dewasa yang sehat justru padat dan berotot, bukan rapuh.
Apakah Javanese kucing yang cerewet?
Ya. Seperti kerabat Siamese-nya, Javanese banyak bicara dan memakai suara jernih untuk meminta perhatian, makanan, atau teman, serta menjawab saat diajak bicara. Sebagian individu sangat cerewet, jadi ia cocok untuk orang yang menikmati kucing interaktif dan komunikatif.
Apakah Javanese sulit dirawat?
Grooming-nya mudah karena bulu tunggal jarang menggumpal dan hanya perlu disisir seminggu sekali. Komitmen yang lebih besar bersifat sosial: ras ini menginginkan permainan dan perhatian harian dan tidak tahan ditinggal sendiri berjam-jam.
Berapa lama umur kucing Javanese?
Umur khasnya 12 sampai 16 tahun, dan banyak kucing hidup lebih lama dengan nutrisi baik, perawatan gigi, dan pemeriksaan hewan rutin.
Apakah Javanese cocok dengan anak-anak dan hewan lain?
Umumnya ya. Ia suka bermain dan sabar terhadap anak yang menanganinya dengan lembut, dan karena tidak suka sendirian, ia biasanya menerima kucing lain dan anjing yang ramah kucing.
Apakah kucing Javanese mudah ditemukan?
Ketersediaan berbeda menurut wilayah dan registri, sebagian karena beberapa asosiasi menggolongkan Javanese sebagai divisi warna Balinese alih-alih ras terpisah. Anak kucing biasanya diperoleh dari peternak khusus dalam komunitas Siamese dan Balinese.
From the community
Ask about the JavaneseNo questions about the Javanese yet. Be the first to ask.
Browse Cat breeds