Sapi
Bos taurus
Hewan ruminansia yang kuat dan tenang, menjadi inti tradisi susu, daging, dan tenaga kerja di seluruh dunia.
View Sapi breedsScientific classification
The Sapi's place in the tree of life, from domain down to species.
- DomainEukaryotaEukariota
- KingdomAnimaliaHewan
- FilumChordataKorda
- KelasMammaliaMamalia
- OrdoArtiodactylaHewan berkuku genap
- FamiliBovidaeBovidae
- GenusBosSapi & kerabatnya
- SpesiesBos taurusSapi
Sapi colors, patterns and markings
Every color, pattern and marking the taxonomy records for Sapi, by part of the body. Each breed page shows which clubs accept which ones.
Mengenal sapi (Bos taurus)
Sapi (Bos taurus) adalah hewan ternak besar yang dipelihara di seluruh dunia untuk daging, susu, tenaga kerja, dan kulit, bukan hewan peliharaan rumah tangga.
Sapi termasuk hewan ternak yang paling banyak dipelihara di dunia. Mereka adalah hewan memamah biak (ruminansia) yang mencerna bahan tanaman melalui lambung dengan empat bagian, sehingga mampu mengubah rumput dan pakan hijauan menjadi daging, susu, dan produk lainnya. Sapi dewasa umumnya memiliki bobot beberapa ratus kilogram, dan setiap ekor membutuhkan akses tetap ke padang rumput atau pakan simpanan, air bersih, serta perlindungan dari cuaca ekstrem.
Berbeda dari anjing atau kucing, sapi bukan hewan pendamping yang hidup di dalam rumah. Sapi adalah ternak yang dikelola di peternakan, ranch, atau lahan pertanian skala kecil. Sebagian orang memelihara beberapa ekor sapi untuk susu, daging, atau sebagai bagian dari pertanian campuran, dan beberapa jenis sapi dipelihara sebagai perumput dengan perawatan minim di lahan luas. Dalam semua kondisi, sapi hidup sebagai bagian dari kawanan dan bergantung pada perawatan rutin dari pemiliknya.
Sifat sapi pada dasarnya tenang dan bergerak perlahan, tetapi tenaganya besar. Menangani sapi dengan aman memerlukan pagar yang memadai, peralatan yang sesuai, dan pemahaman tentang cara kawanan bergerak. Sapi cocok bagi orang yang memiliki lahan, waktu, dan alasan praktis untuk memeliharanya, bukan bagi mereka yang mencari hewan peliharaan di dalam rumah.
| Atribut | Detail |
|---|---|
| Nama ilmiah | Bos taurus |
| Famili | Bovidae |
| Kisaran ukuran dewasa | Sekitar 1,2 hingga 1,5 m pada bahu |
| Kisaran berat | Sekitar 350 hingga 1.100 kg tergantung ras dan jenis kelamin |
| Kisaran umur | Sekitar 15 hingga 20 tahun, sering diafkir lebih awal dalam sistem produksi |
| Pola makan | Herbivora (rumput, pakan hijauan, jerami, pakan tambahan) |
| Tingkat perawatan | Tinggi (lahan, pagar, pengelolaan harian) |
| Paling cocok untuk | Peternak, pemilik ranch, dan petani skala kecil dengan padang rumput |
Siapa yang cocok memelihara sapi
Sapi cocok untuk orang yang memiliki atau menyewa lahan penggembalaan dan mampu berkomitmen pada pemeriksaan harian, penanganan musiman, dan perawatan dokter hewan. Sapi tidak cocok untuk pekarangan di kawasan pinggiran kota atau bagi pemilik tanpa lahan, pagar, dan sarana untuk mengangkut serta mengendalikan hewan besar.
Jenis dan ras sapi yang umum dipelihara
Ada lebih dari seratus ras sapi di dunia, tetapi secara umum terbagi menjadi tiga tujuan: daging, susu, dan dwiguna. Sekitar 20 ras mendominasi produksi komersial.
Ras sapi biasanya dikelompokkan berdasarkan tujuan pemeliharaannya. Ras sapi potong dipilih untuk pertumbuhan otot dan kualitas karkas, ras sapi perah untuk hasil susu dan sifat ambing, sedangkan ras dwiguna diseleksi untuk keseimbangan antara keduanya. Pembagian lain memisahkan sapi taurine, yang umum di daerah beriklim sedang, dari sapi zebu atau sapi berpunuk yang cocok untuk daerah panas dan lembap. Sekitar 20 ras yang dikenal luas menyumbang sebagian besar produksi dunia, dengan lebih banyak lagi ras regional dan langka di luar itu.
Ras sapi potong cenderung berotot tebal dan tumbuh cepat. Ras sapi perah lebih ramping dan bertubuh angular, dengan ambing besar. Beberapa ras dihargai karena sifat khusus seperti marbling, toleransi terhadap panas, atau ketahanan pada padang rumput yang kurang subur.
| Ras atau jenis | Dikenal karena |
|---|---|
| Angus | Ras sapi potong hitam yang dihargai karena marbling dan kualitas karkas |
| Hereford | Ras sapi potong merah-putih yang tangguh dan pandai mencari pakan |
| Charolais | Ras sapi potong putih besar asal Prancis dengan laju pertumbuhan tinggi |
| Simmental | Ras dwiguna yang digunakan untuk daging dan susu |
| Limousin | Ras sapi potong ramping dan berotot dengan hasil daging tinggi |
| Brahman | Jenis zebu berpunuk yang dikembangbiakkan untuk toleransi panas dan parasit |
| Texas Longhorn | Ras sapi potong tangguh yang dikenal dengan tanduknya yang sangat panjang |
| Wagyu | Ras sapi potong asal Jepang yang dikenal karena marbling yang sangat kaya |
| Holstein | Ras sapi perah hitam-putih dengan hasil susu tertinggi |
| Jersey | Ras sapi perah kecil yang menghasilkan susu berkadar lemak tinggi |
| Guernsey | Ras sapi perah yang dikenal dengan susu berwarna keemasan |
| Brown Swiss | Ras sapi perah kuat yang digunakan untuk susu dan keju |
Bagaimana ras dikelompokkan
Peternak memilih ras yang sesuai dengan iklim, ketersediaan pakan, dan pasar. Peternak di padang rumput kering biasanya memilih ras sapi potong yang tangguh atau jenis zebu, sementara usaha sapi perah umumnya memelihara ras berproduksi tinggi seperti Holstein atau Jersey. Persilangan ras umum dilakukan untuk menggabungkan sifat seperti pertumbuhan, produksi susu, dan ketahanan.
Sejarah dan domestikasi sapi
Sapi didomestikasi dari auroch liar, dimulai sekitar 10.000 tahun lalu di Timur Dekat dan Asia Selatan. Sapi menyebar bersama masyarakat pertanian ke hampir semua wilayah berpenghuni.
Sapi domestik merupakan keturunan auroch (Bos primigenius), lembu liar besar yang dulu tersebar di Eropa, Asia, dan Afrika Utara. Bukti arkeologis dan genetik menunjukkan domestikasi dimulai sekitar 10.000 tahun lalu. Sapi taurine didomestikasi di Bulan Sabit Subur di Timur Dekat, sementara sapi zebu berpunuk didomestikasi secara terpisah di Asia Selatan dari populasi auroch yang berbeda.
Seiring menyebarnya pertanian awal, sapi ikut berpindah bersamanya. Sapi mencapai Eropa, Afrika, dan wilayah Asia lainnya selama ribuan tahun berikutnya, dihargai karena dagingnya, susunya, kulitnya, dan sebagai hewan penarik untuk membajak dan mengangkut beban. Di banyak masyarakat, sapi juga menjadi ukuran kekayaan serta bagian dari perdagangan dan ritual.
Auroch liar bertahan dalam jumlah yang terus menyusut di Eropa hingga individu terakhir yang tercatat mati di Polandia pada tahun 1627. Pada saat itu, sapi domestik sudah lama menggantikannya di seluruh benua. Berabad-abad seleksi pembiakan menghasilkan jenis-jenis regional yang disesuaikan dengan iklim dan kegunaan setempat.
Sejak abad ke-18 dan ke-19, pengembangan ras yang terorganisir di Inggris dan Eropa melahirkan banyak ras standar yang dikenal saat ini. Sapi Eropa kemudian diekspor ke seluruh dunia, termasuk ke Amerika dan Australia, dan disilangkan dengan sapi lokal serta zebu untuk menyesuaikan dengan kondisi baru.
Ciri fisik dan penampilan sapi
Sapi adalah hewan memamah biak besar dan berbadan berat dengan moncong lebar, kuku terbelah, dan (pada banyak ras) tanduk. Ukuran, bulu, dan bentuk tubuh sangat bervariasi antara sapi potong dan sapi perah.
Sapi memiliki tubuh dalam berbentuk tong yang sesuai dengan sistem pencernaan besarnya, kepala lebar dengan moncong yang besar, serta kuku terbelah. Sapi jantan maupun betina dapat tumbuh tanduk, meski banyak ras yang secara alami tidak bertanduk (polled) atau tanduknya dipotong. Sapi jantan lebih besar dan lebih berotot dibanding sapi betina, dengan leher yang lebih tebal dan sering memiliki punuk yang lebih menonjol.
Bulu sapi pendek hingga sedang di sebagian besar tubuh, dengan pertumbuhan lebih tebal di iklim dingin. Warnanya bervariasi dari hitam, merah, dan putih polos hingga cokelat, dun, serta berbagai corak dan kombinasi tergantung ras.
| Ciri | Kisaran umum |
|---|---|
| Ukuran | Sekitar 1,2 hingga 1,5 m pada bahu |
| Berat | Sekitar 350 hingga 1.100 kg tergantung ras dan jenis kelamin |
| Bulu atau penutup tubuh | Rambut pendek hingga sedang, lebih tebal di iklim dingin |
| Warna | Hitam, merah, putih, cokelat, dun, dan corak campuran |
| Ciri khas | Kuku terbelah, moncong lebar, tanduk pada banyak ras, lambung empat bagian |
Bagaimana penampilan berbeda antar ras
Ras sapi potong seperti Charolais dan Limousin bertubuh kompak dan sangat berotot, sedangkan ras sapi perah seperti Holstein dan Jersey lebih ramping dan angular dengan ambing yang menonjol. Brahman dan jenis zebu lainnya memiliki punuk khas di bahu serta kulit longgar yang membantu mereka menghadapi panas. Texas Longhorn dikenali dari tanduknya yang sangat panjang dan melebar.
Perilaku dan sifat sapi
Sapi adalah hewan berkelompok dengan tatanan sosial yang jelas. Umumnya tenang dan fokus merumput, tetapi bisa bersikap defensif saat ketakutan, terpisah dari kawanan, atau melindungi anaknya.
Sapi bersifat sosial dan lebih memilih hidup berkelompok. Sebuah kawanan membentuk hierarki dominasi, dan sapi menghabiskan sebagian besar hari untuk merumput, memamah biak (mengunyah kembali makanan), dan beristirahat bersama. Sapi memiliki naluri berkelompok yang kuat dan menjadi stres saat diisolasi, itulah sebabnya penangan menggerakkan sapi secara berkelompok dan memanfaatkan kecenderungan alami kawanan untuk saling mengikuti.
Komunikasi dilakukan melalui postur tubuh, suara seperti melenguh dan menguak, serta aroma. Induk dan anak sapi saling mengenali lewat suara dan bau. Sapi memiliki penglihatan panoramik yang luas tetapi memiliki titik buta tepat di belakangnya, dan bereaksi terhadap gerakan atau suara mendadak. Sapi yang ketakutan bisa berlari, sementara sapi yang terpojok atau sedang melindungi anaknya bisa menyeruduk atau menendang. Sapi jantan khususnya bisa berbahaya dan memerlukan penanganan yang hati-hati.
| Aspek | Umumnya |
|---|---|
| Kemampuan bersosialisasi | Tinggi; sangat terikat pada kawanan |
| Tingkat aktivitas | Sedang; menghabiskan waktu lama untuk merumput dan memamah biak |
| Tingkat vokalisasi | Sedang; melenguh dan menguak untuk berkomunikasi |
| Terhadap manusia | Tenang bila ditangani secara rutin; waspada bila belum terbiasa |
| Terhadap hewan lain | Tenang di dalam kawanan; berhati-hati terhadap hewan asing |
Cara merawat sapi
Sapi membutuhkan pemeriksaan harian, pagar yang aman, akses sepanjang tahun ke pakan hijauan dan air bersih, serta perlindungan dari cuaca ekstrem. Perawatannya bersifat pengelolaan kawanan, bukan pemeliharaan hewan peliharaan individual.
Perawatan harian
- Periksa setiap ekor untuk tanda-tanda penyakit, cedera, atau pincang
- Sediakan air bersih dan tidak membeku setiap saat
- Pastikan pakan hijauan atau pakan tambahan yang cukup
- Periksa pagar, gerbang, dan bak air
- Amati kawanan untuk tanda melahirkan, berahi, atau tekanan
Lingkungan
- Padang rumput atau kandang dengan area penggembalaan yang cukup per ekor
- Pagar keliling yang aman dan sesuai dengan ras
- Tempat berteduh atau penahan angin dari panas, dingin, dan hujan
- Tanah dengan drainase baik untuk mengurangi masalah kuku dan penyakit
- Fasilitas penanganan seperti lorong dan kandang jepit untuk pengekangan yang aman
Perawatan bulu dan penanganan
Sapi sebagian besar merawat dirinya sendiri, tetapi kukunya perlu dipotong secara berkala dan bulunya perlu diperiksa dari parasit. Penanganan harus dilakukan dengan tenang dan tidak tergesa-gesa, memanfaatkan gerakan alami sapi dan zona hindarnya. Kontak rutin dengan tingkat stres rendah membuat tugas rutin seperti vaksinasi, penimbangan, dan pemuatan menjadi lebih aman bagi sapi maupun penangan.
Nutrisi dan pola makan sapi
Sapi adalah herbivora perumput dengan pola makan berbasis rumput, pakan hijauan, dan jerami, ditambah pakan tambahan bila diperlukan. Sebagai ruminansia, sapi bergantung pada pakan tinggi serat agar rumen tetap sehat.
Pola makan alami sapi adalah rumput dan pakan hijauan lainnya. Lambungnya yang terdiri dari empat bagian memfermentasi serat dengan bantuan mikroba, itulah sebabnya pasokan pakan kasar yang stabil (padang rumput, jerami, atau silase) sangat penting. Pada padang rumput yang baik, sapi mungkin hanya membutuhkan sedikit tambahan, tetapi pada musim dingin atau lahan yang kurang subur, sapi memerlukan pakan simpanan dan terkadang biji-bijian atau pakan konsentrat untuk memenuhi kebutuhan energi dan protein. Suplemen mineral sering diberikan karena padang rumput saja bisa kekurangan unsur tertentu.
Kebutuhan pakan berubah sesuai tahap kehidupan, musim, dan tujuan pemeliharaan. Sapi yang sedang tumbuh, sapi laktasi, dan sapi yang sedang digemukkan untuk daging membutuhkan lebih banyak energi dibanding sapi kering yang hanya untuk pemeliharaan. Perubahan pakan yang mendadak harus dihindari karena dapat mengganggu fungsi rumen.
| Tahap kehidupan | Pola makan | Catatan |
|---|---|---|
| Anak sapi (pra-sapih) | Susu atau pengganti susu, kemudian diperkenalkan pakan hijauan dan pakan awal | Disapih secara bertahap setelah rumen berkembang |
| Sapi muda/sedang tumbuh | Padang rumput, jerami, dan pakan tambahan | Energi dan protein untuk pertumbuhan yang stabil |
| Sapi laktasi | Pakan hijauan berkualitas tinggi ditambah konsentrat | Kebutuhan lebih tinggi untuk mendukung produksi susu |
| Sapi dewasa kering/pemeliharaan | Padang rumput atau jerami | Kebutuhan energi lebih rendah; pantau kondisi tubuh |
Camilan, suplemen, dan air
Balok mineral dan garam membantu menutupi kekurangan gizi pada padang rumput dan sebaiknya disediakan di tempat yang diketahui rawan kekurangan. Air bersih dan segar adalah kebutuhan paling penting: seekor sapi dewasa dapat minum puluhan liter sehari, bahkan lebih saat cuaca panas atau masa laktasi. Sumber air harus diperiksa setiap hari dan dijaga agar tidak membeku pada musim dingin.
Kesehatan sapi dan penyakit yang umum terjadi
Dengan pengelolaan yang baik, sapi umumnya hidup sekitar 15 hingga 20 tahun, meski sapi produksi sering diafkir lebih awal. Masalah umum meliputi pincang, mastitis, kembung, dan parasit.
Sapi umumnya tangguh, tetapi ukuran tubuh dan sistem pencernaannya membuat masalah tertentu sering muncul. Banyak gangguan kesehatan terkait dengan kaki, ambing, rumen, atau parasit. Umur alami sapi sekitar 15 hingga 20 tahun, meski sapi perah dan sapi potong biasanya dikeluarkan dari kawanan lebih awal karena alasan produksi. Nutrisi yang baik, kandang bersih, dan pengamatan rutin mencegah sebagian besar masalah sebelum menjadi serius.
| Kondisi | Tanda | Catatan |
|---|---|---|
| Pincang (foot rot, masalah telapak kaki) | Pincang, enggan bergerak, bengkak | Sering terkait dengan tanah basah dan kotor |
| Mastitis | Ambing bengkak dan panas; susu tidak normal | Menyerang sapi perah; perlu penanganan segera |
| Kembung | Perut kiri membesar, terlihat kesakitan | Bisa muncul setelah makan rumput subur atau kelebihan biji-bijian |
| Parasit internal dan eksternal | Kondisi tubuh buruk, mencret, menggosokkan tubuh | Dikendalikan dengan obat cacing dan pemeriksaan rutin |
| Demam susu (hipokalsemia) | Lemas, ambruk menjelang melahirkan | Terkait kebutuhan kalsium saat melahirkan |
Perawatan pencegahan
- Vaksinasi rutin dan pengendalian parasit sesuai anjuran dokter hewan
- Pemeriksaan dan pemotongan kuku secara teratur
- Area berbaring yang bersih dan kering serta padang rumput dengan drainase baik
- Penilaian kondisi tubuh untuk mendeteksi kelebihan atau kekurangan pakan
- Pengelolaan yang hati-hati menjelang melahirkan
Perkembangbiakan dan reproduksi sapi
Sapi mencapai usia siap kawin dalam satu hingga dua tahun pertama kehidupannya. Setelah masa bunting sekitar sembilan bulan, seekor induk biasanya melahirkan satu anak sapi yang disusui dan dibesarkan dalam kawanan.
Sapi dara (betina muda) biasanya mencapai usia siap kawin sekitar 12 hingga 15 bulan, tergantung ras dan pertumbuhannya, dan umumnya baru dikawinkan setelah mencapai bobot tubuh yang cukup. Sapi betina mengalami berahi dalam siklus sekitar tiga minggu. Perkawinan bisa dilakukan dengan sapi jantan yang dibiarkan bersama kawanan atau melalui inseminasi buatan, yang banyak digunakan dalam pembiakan sapi perah dan sapi ras murni untuk mengakses pejantan tertentu.
Masa bunting berlangsung sekitar sembilan bulan (kurang lebih 280 hingga 285 hari). Seekor induk biasanya melahirkan satu anak sapi; kelahiran kembar terjadi tetapi tidak umum. Anak sapi bisa berdiri dan menyusu dalam hitungan jam setelah lahir dan tetap dekat dengan induknya, yang menyusui dan melindunginya. Dalam sistem sapi potong, anak sapi biasanya tetap bersama induknya hingga disapih, sedangkan dalam sistem sapi perah, anak sapi biasanya dibesarkan terpisah agar induknya bisa diperah. Dengan pengelolaan yang baik, seekor induk dapat melahirkan sekitar satu kali per tahun.
| Metrik | Nilai |
|---|---|
| Usia siap kawin (sapi dara) | Sekitar 12 hingga 15 bulan |
| Siklus berahi | Sekitar 21 hari |
| Masa bunting | Sekitar 280 hingga 285 hari (kurang lebih 9 bulan) |
| Jumlah anak per kelahiran | Biasanya 1 ekor; kembar tidak umum |
| Usia sapih | Sekitar 6 hingga 10 bulan dalam sistem sapi potong |
| Interval melahirkan | Sekitar satu kali per tahun dengan pengelolaan yang baik |
Memilih dan mendapatkan sapi
Memelihara sapi membutuhkan lahan, pagar, peralatan, dan komitmen jangka panjang untuk perawatan harian selama bertahun-tahun. Biaya meliputi harga hewan, pakan, pagar, dan perawatan dokter hewan.
Apakah memelihara sapi cocok untuk Anda?
Sapi merupakan komitmen besar dalam hal lahan, waktu, dan biaya. Setiap ekor membutuhkan area penggembalaan, pagar yang aman, air, dan tempat berteduh, ditambah fasilitas penanganan untuk pengekangan yang aman. Pemeriksaan harian diperlukan setiap hari sepanjang tahun, termasuk akhir pekan, hari libur, dan cuaca buruk, dan sapi dapat hidup lebih dari satu dekade. Sebelum mendapatkan sapi, pastikan Anda memiliki padang rumput yang cukup per ekor, dapat menyimpan pakan musim dingin, serta mampu mengangkut dan mengendalikan hewan besar. Banyak daerah juga mewajibkan registrasi, catatan pergerakan hewan, dan label identifikasi.
| Item | Perkiraan biaya |
|---|---|
| Pembelian hewan | Sangat bervariasi tergantung ras, usia, dan kualitas |
| Pagar dan pasokan air | Biaya awal yang signifikan |
| Fasilitas penanganan (lorong/kandang jepit) | Biaya awal yang signifikan |
| Pakan dan mineral | Berkelanjutan, lebih tinggi pada musim dingin |
| Perawatan dokter hewan dan kesehatan rutin | Berkelanjutan, termasuk vaksinasi dan obat cacing |
Di mana mendapatkan sapi
Sapi bisa dibeli dari peternak yang sudah mapan, pasar hewan ternak, dan lelang pembubaran peternakan, serta terkadang diadopsi melalui lembaga penyelamatan hewan ternak. Belilah dari sumber yang memiliki catatan kesehatan dan pembiakan yang jelas, dan periksa kondisi fisik, kesehatan, serta sifat hewan sebelum membeli. Membeli dari sumber lokal dan kawanan yang sudah dikenal mengurangi risiko penyakit dan risiko selama pengangkutan.
Pertanyaan yang sering diajukan tentang sapi
Pertanyaan umum tentang memelihara sapi mencakup kesesuaian, umur, biaya, tingkat kesulitan perawatan, serta persyaratan lahan dan hukum yang terlibat.
Apakah sapi bisa dijadikan hewan peliharaan?
Sapi adalah hewan ternak, bukan hewan peliharaan rumah tangga. Sapi bisa menjadi tenang dan terbiasa dengan manusia jika ditangani secara rutin, tetapi tetap membutuhkan padang rumput, pagar, dan pengelolaan harian sehingga tidak cocok untuk rumah atau pekarangan kecil.
Berapa lama umur sapi?
Sapi dapat hidup sekitar 15 hingga 20 tahun dengan perawatan yang baik, meski sapi perah dan sapi potong sering dikeluarkan dari kawanan lebih awal karena alasan produksi.
Berapa biaya untuk memelihara sapi?
Biaya sangat bervariasi dan meliputi harga hewan, pemasangan pagar dan sumber air, fasilitas penanganan, pakan dan mineral berkelanjutan, serta perawatan dokter hewan. Biaya pakan meningkat pada musim dingin saat pakan simpanan diperlukan.
Apakah sapi sulit dirawat?
Perawatannya cukup menuntut. Sapi membutuhkan pemeriksaan harian setiap hari sepanjang tahun, pagar yang aman, pakan hijauan dan air sepanjang tahun, tempat berteduh, dan peralatan penanganan yang aman, ditambah kemampuan untuk mengendalikan dan mengangkut hewan besar.
Apakah sapi cocok untuk pemula?
Pemula bisa berhasil memelihara sapi dengan lahan yang cukup, pagar yang baik, dan bimbingan yang tepat, sering kali dimulai dengan beberapa ekor hewan yang jinak. Pengalaman dengan ternak besar serta akses ke dukungan dokter hewan dan penanganan membuatnya jauh lebih aman.
Berapa banyak lahan yang dibutuhkan untuk memelihara sapi?
Sapi membutuhkan area penggembalaan yang cukup per ekor, tergantung pada kualitas padang rumput dan iklim. Padang rumput yang kurang subur atau musiman berarti dibutuhkan lebih banyak lahan per ekor dan lebih banyak pakan simpanan untuk musim dingin.
Apakah ada persyaratan hukum untuk memelihara sapi?
Banyak wilayah mewajibkan registrasi kawanan, identifikasi hewan secara individual, catatan pergerakan hewan, dan pengendalian penyakit. Periksa peraturan pertanian setempat sebelum mendapatkan sapi.