United Pet Club
Alpaka

Alpaka

Vicugna pacos

Hewan kawanan yang lembut dan penasaran, dihargai karena bulunya yang halus dan mewah.

View Alpaka breeds

Scientific classification

The Alpaka's place in the tree of life, from domain down to species.

  1. Domain
    Eukaryota
    Eukariota
  2. Kingdom
    Animalia
    Hewan
  3. Filum
    Chordata
    Korda
  4. Kelas
    Mammalia
    Mamalia
  5. Ordo
    Artiodactyla
    Hewan berkuku genap
  6. Famili
    Camelidae
    Unta dan kerabatnya
  7. Genus
    Vicugna
    Vicuna & alpaka
  8. Spesies
    Vicugna pacos
    Alpaka

Alpaka colors, patterns and markings

Every color, pattern and marking the taxonomy records for Alpaka, by part of the body. Each breed page shows which clubs accept which ones.

See all Alpaka colors, patterns and markings

Mengenal alpaka (Vicugna pacos)

Alpaka (Vicugna pacos) adalah camelid kecil asal Amerika Selatan yang dipelihara untuk bulunya yang lembut. Cocok untuk pemilik berlahan dengan minimal satu atau dua alpaka lain sebagai teman.

Alpaka adalah anggota keluarga camelid yang telah dijinakkan, satu kelompok dengan llama, guanaco, dan vicuna. Hewan ini berasal dari dataran tinggi Andes dan telah dikembangbiakkan selama ribuan tahun demi bulunya yang halus, bukan sebagai hewan angkut. Alpaka dewasa umumnya memiliki tinggi bahu sekitar 0,8 hingga 1 meter dan berat antara 50 sampai 84 kg, jauh lebih kecil dibanding kerabatnya, llama.

Alpaka dipelihara terutama untuk seratnya, tetapi banyak pemilik juga menjadikannya teman di padang rumput sekaligus ternak skala kecil. Alpaka adalah hewan kawanan dan tidak bisa hidup sendirian, sehingga hampir selalu dipelihara dalam kelompok minimal dua ekor. Sifatnya umumnya tenang dan penuh rasa ingin tahu, dan jarang menggigit. Sebagian besar komunikasi dilakukan lewat dengungan lembut dan bahasa tubuh, bukan lewat sikap agresif.

Sebagai kategori hewan, alpaka cocok untuk lingkungan pedesaan atau semi-pedesaan dengan lahan penggembalaan, pagar yang aman, dan tempat berlindung dari panas serta kelembapan. Alpaka adalah hewan ternak, bukan hewan peliharaan dalam rumah, dan aturan zonasi atau pertanian setempat sering berlaku untuk pemeliharaannya.

Fakta singkat alpaka
AtributKeterangan
Nama ilmiahVicugna pacos
FamiliCamelidae
Kisaran ukuran dewasaSekitar 0,8 hingga 1 m di bahu
Kisaran usia hidup15 hingga 20 tahun
PakanHerbivora (rumput, jerami, padang rumput)
Tingkat perawatanSedang (perawatan ternak)
Paling cocok untukPemilik lahan pedesaan dengan padang rumput dan hewan pendamping

Siapa yang cocok memelihara alpaka

Alpaka cocok bagi orang yang memiliki lahan, dapat memelihara lebih dari satu ekor, dan siap melakukan pencukuran bulu tahunan serta perawatan ternak rutin. Alpaka kurang cocok untuk tinggal di apartemen atau di dalam ruangan, bagi pemilik yang menginginkan satu hewan peliharaan tunggal, atau bagi siapa pun yang tidak memiliki ruang untuk penggembalaan dan tempat berlindung.

Jenis dan ras alpaka: Huacaya dan Suri

Ada dua ras alpaka yang diakui, Huacaya dan Suri, dibedakan hampir sepenuhnya dari jenis bulunya. Huacaya berbulu tebal dan keriting, sedangkan Suri tumbuh panjang menyerupai ikal pensil.

Alpaka hanya memiliki dua ras, dan keduanya dibedakan berdasarkan struktur bulu, bukan ukuran tubuh atau postur. Kedua ras ini memiliki bentuk tubuh dan sifat yang mirip, sehingga pemilihan di antara keduanya biasanya bergantung pada jenis serat yang ingin dihasilkan. Huacaya jauh lebih umum ditemukan di seluruh dunia dibanding Suri.

Dua ras alpaka
Ras atau jenisDikenal karena
HuacayaBulu tebal, keriting, dan berbulu halus yang membuat alpaka tampak mengembang
SuriSerat panjang dan halus yang tumbuh berpilin menggantung dekat tubuh

Bagaimana ras-ras ini dikelompokkan

Kedua ras berasal dari spesies yang sama dan dapat kawin silang. Pengelompokannya semata-mata berdasarkan karakteristik bulu. Bulu Huacaya kenyal dan elastis, sedangkan serat Suri halus dan berkilau. Dalam setiap ras, alpaka biasanya juga dijelaskan berdasarkan warna bulu, yang mencakup berbagai corak alami mulai dari putih, cokelat muda, hingga cokelat, abu-abu, dan hitam.

Sejarah dan domestikasi alpaka di Andes

Alpaka dijinakkan di dataran tinggi Andes, Amerika Selatan, sekitar 6.000 hingga 7.000 tahun lalu, kemungkinan dari vicuna liar, dan dikembangbiakkan demi bulunya yang halus.

Alpaka adalah salah satu hewan tertua yang dijinakkan di Amerika. Proses domestikasinya terjadi di dataran tinggi Andes, di wilayah yang kini menjadi Peru dan sekitarnya, tempat bukti arkeologis menunjukkan praktik penggembalaan camelid sejak ribuan tahun lalu. Kajian genetika menunjukkan alpaka terutama berasal dari vicuna liar, yang tercermin dalam nama ilmiahnya, Vicugna pacos.

Berbeda dari llama yang berukuran lebih besar dan dikembangkan terutama sebagai hewan angkut, alpaka dipilih karena kualitas seratnya. Dalam budaya Andes pada masa pra-Kolumbus, bulu alpaka merupakan bahan bernilai tinggi, dan hewan ini dipelihara dalam kawanan besar di padang rumput dataran tinggi.

Kedatangan orang Eropa pada abad keenam belas mengganggu praktik penggembalaan di Andes, dan populasi alpaka menurun tajam pada masa itu. Meski demikian, spesies ini bertahan di zona pegunungan yang lebih tinggi, tempat mereka paling sesuai secara alami, dan tradisi penggembalaan tetap berlanjut di kalangan masyarakat Andes.

Sejak akhir abad kedua puluh, alpaka mulai diekspor dan dikembangbiakkan di negara-negara di luar Amerika Selatan, termasuk Australia, Amerika Serikat, dan sejumlah negara Eropa, tempat mereka dipelihara untuk serat dan sebagai ternak skala kecil. Peru tetap menjadi negara dengan populasi alpaka terbesar.

Ciri fisik dan penampilan alpaka

Alpaka adalah camelid kecil berleher ramping, bertubuh bulat tertutup bulu tebal, dengan tinggi bahu sekitar 0,8 hingga 1 meter. Ciri paling khas adalah serat lembut yang menutupi hampir seluruh tubuhnya.

Alpaka memiliki tubuh yang kompak, leher panjang dan tegak, kepala kecil dengan mata besar, serta telinga tegak yang menonjol. Kakinya ramping dan berakhir pada telapak lembut berjari dua dengan bantalan, bukan kuku. Tubuhnya tertutup bulu yang tumbuh terus-menerus dan dipotong lewat pencukuran tahunan. Dibandingkan llama, alpaka lebih kecil, memiliki wajah yang lebih bulat dan telinga lebih pendek, serta tidak memiliki telinga panjang berbentuk pisang seperti llama.

Ciri fisik umum
CiriKisaran umum
UkuranSekitar 0,8 hingga 1 m di bahu
BeratSekitar 50 hingga 84 kg saat dewasa
Bulu atau penutup tubuhBulu tebal yang menutupi hampir seluruh tubuh
WarnaCorak alami mulai dari putih dan cokelat muda hingga cokelat, abu-abu, dan hitam
Ciri pembedaTelapak kaki berjari dua dengan bantalan, telinga tegak, leher panjang

Perbedaan penampilan antar ras

Perbedaan yang paling terlihat antara kedua ras terletak pada struktur bulunya. Huacaya memiliki serat keriting dan tebal yang mengembang dari tubuh, memberi kesan mirip boneka beruang. Suri memiliki serat panjang yang menggantung dalam untaian terpisah, memberi tampilan yang lebih ramping dan mengalir. Ukuran tubuh dan bentuk keduanya secara umum tetap serupa.

Perilaku dan sifat alami alpaka

Alpaka adalah hewan kawanan yang tenang dan sosial, berkomunikasi terutama lewat dengungan dan bahasa tubuh. Umumnya jinak terhadap manusia, tetapi butuh kebersamaan dengan alpaka lain agar merasa aman.

Alpaka adalah hewan mangsa dengan naluri berkawanan yang kuat, dan perilakunya mencerminkan kebutuhan akan rasa aman dalam jumlah banyak. Alpaka yang sendirian cenderung mengalami stres, sehingga selalu dipelihara berkelompok. Dalam kawanan, mereka membentuk tatanan sosial yang longgar dan menghabiskan banyak waktu merumput bersama. Mereka waspada terhadap ancaman dan akan mengeluarkan suara peringatan jika merasakan bahaya.

Alpaka berkomunikasi lewat berbagai suara lembut, yang paling umum berupa dengungan halus, disertai bahasa tubuh seperti posisi telinga dan postur leher. Umumnya alpaka adalah hewan yang tenang. Meludah merupakan bagian dari perilaku alaminya, digunakan terutama untuk menyelesaikan perselisihan soal makanan atau kedudukan dalam kawanan, dan lebih sering ditujukan kepada sesama alpaka daripada kepada manusia.

Kebanyakan alpaka pada awalnya berhati-hati bila disentuh dan tidak suka dipegang atau ditahan secara paksa. Dengan penanganan yang tenang dan rutin, mereka lama-lama terbiasa dengan kehadiran manusia. Alpaka tidak agresif secara alami dan jarang menggigit karena tidak memiliki gigi seri atas.

Sekilas perilaku alpaka
AspekKondisi umum
SosialitasSangat sosial, membutuhkan teman sekawanan
Tingkat aktivitasSedang, banyak menghabiskan waktu untuk merumput
VokalisasiRendah, kebanyakan berupa dengungan lembut
Terhadap manusiaJinak tetapi berhati-hati, lebih suka minim penahanan
Terhadap hewan lainHidup baik dalam kawanan, bisa waspada terhadap spesies asing

Cara merawat alpaka sehari-hari

Perawatan alpaka berfokus pada padang rumput yang baik, pagar aman, tempat berlindung, dan pencukuran tahunan, ditambah pemeriksaan kuku dan gigi rutin. Alpaka dipelihara berkelompok, bukan sendirian.

Perawatan harian

  • Sediakan akses ke padang rumput bersih atau jerami berkualitas baik
  • Pastikan air bersih selalu tersedia
  • Amati setiap alpaka untuk postur, nafsu makan, dan kotoran yang normal
  • Pelihara minimal dua alpaka bersama demi rasa aman berkawanan

Lingkungan pemeliharaan

  • Pagar yang aman untuk menjaga alpaka tetap di dalam dan predator di luar
  • Kandang atau bangunan beratap tiga sisi untuk naungan dan perlindungan dari hujan serta angin
  • Tanah dengan drainase baik untuk mengurangi masalah kaki dan parasit
  • Naungan dan ventilasi saat cuaca panas, karena alpaka lebih tahan dingin daripada panas

Perawatan bulu dan penanganan

Alpaka dicukur setahun sekali, biasanya pada musim semi, untuk memanen bulu dan mencegah stres akibat panas. Kukunya perlu dipotong secara berkala, dan giginya perlu diperiksa karena gigi seri bawah terus tumbuh. Tangani alpaka dengan tenang dan hindari penahanan mendadak, bekerja dari sisi samping alih-alih dari depan.

Pakan dan nutrisi alpaka yang tepat

Alpaka adalah herbivora penggembala yang hidup terutama dari rumput dan jerami berkualitas baik, ditambah suplemen mineral bila diperlukan. Sistem pencernaannya cocok untuk pakan berserat rendah energi.

Alpaka adalah pemakan hijauan dengan lambung tiga ruang yang memfermentasi bahan tanaman secara efisien. Sebagian besar pakannya berupa rumput padang penggembalaan pada musim tumbuh dan jerami saat rumput langka atau tidak tersedia. Alpaka makan relatif sedikit dibanding ternak lain dengan berat serupa, dan cenderung merumput dengan lembut tanpa mencabut tanaman sampai ke akar. Pemberian pakan kaya energi secara berlebihan dapat menyebabkan obesitas dan masalah kesehatan, sehingga pakan konsentrat diberikan secara terbatas, kalaupun diberikan.

Pola pakan menurut tahap kehidupan
Tahap kehidupanPakanCatatan
Cria (anak alpaka)Susu induk, lalu perkenalan hijauanPenyapihan berlangsung bertahap selama beberapa bulan
DewasaPadang rumput dan jeramiSebagian besar alpaka dewasa hanya butuh sedikit atau tanpa konsentrat
Bunting atau menyusuiPadang rumput dan jerami dengan tambahan hijauanKebutuhan nutrisi meningkat, pantau kondisi tubuh

Camilan sebaiknya dibatasi dan tidak boleh menggantikan hijauan. Di banyak wilayah, padang rumput dan jerami tidak mencukupi kebutuhan mineral, sehingga suplemen mineral khusus camelid mungkin diperlukan. Air bersih dan segar harus selalu tersedia, dan kebutuhannya meningkat saat cuaca panas dan masa menyusui.

Kesehatan alpaka dan penyakit yang umum terjadi

Alpaka umumnya kuat dan hidup sekitar 15 hingga 20 tahun, tetapi rentan terhadap parasit, masalah gigi, dan stres panas. Perawatan pencegahan rutin menjaga sebagian besar masalah tetap terkendali.

Dengan perawatan yang baik, alpaka adalah hewan yang kuat, dan umur hidupnya biasanya berkisar 15 hingga 20 tahun. Karena tergolong hewan mangsa, alpaka cenderung menyembunyikan tanda sakit, sehingga perubahan halus pada postur, nafsu makan, atau kotoran sering menjadi tanda awal adanya masalah. Banyak masalah umum berkaitan dengan parasit, gigi, kaki, dan panas.

Kondisi kesehatan yang umum terjadi
KondisiTandaCatatan
Parasit internalPenurunan berat badan, anemia, bulu kusamDikendalikan lewat pemberian obat cacing dan rotasi padang rumput
Stres panasLesu, napas cepat, kolaps saat cuaca panasSediakan naungan, air, dan pencukuran yang tepat waktu
Masalah gigiKesulitan makan, penurunan berat badanGigi seri bawah dan geraham perlu diperiksa berkala
Masalah kaki atau kukuPincang, kuku tumbuh berlebihanPotong kuku dan jaga tanah tetap berdrainase baik

Perawatan pencegahan

  • Pengendalian parasit rutin dan pengelolaan padang rumput
  • Pencukuran tahunan untuk mencegah stres panas
  • Pemeriksaan berkala gigi, kuku, dan kondisi tubuh
  • Vaksinasi sesuai anjuran untuk wilayah setempat
  • Karantina hewan baru sebelum digabungkan ke dalam kawanan

Perkembangbiakan dan masa kebuntingan alpaka

Alpaka mencapai usia kawin sekitar satu hingga dua tahun dan mengalami masa kebuntingan tunggal yang panjang, sekitar 11 hingga 12 bulan. Betina adalah ovulator terinduksi, dan kelahiran kembar sangat jarang.

Alpaka biasanya mencapai kematangan kawin pada usia sekitar satu hingga dua tahun, dengan betina sering mulai dikawinkan sekitar usia 12 hingga 18 bulan setelah mencapai ukuran yang sesuai, sementara jantan matang sedikit lebih lambat. Betina merupakan ovulator terinduksi, artinya ovulasi dipicu oleh perkawinan, bukan oleh siklus rutin, sehingga perkawinan dapat terjadi hampir sepanjang tahun. Perkawinan berlangsung dengan betina duduk dalam posisi yang disebut cush.

Masa kebuntingan berlangsung lama, sekitar 11 hingga 12 bulan, dan hampir selalu menghasilkan satu anak yang disebut cria. Kelahiran kembar sangat jarang terjadi. Kelahiran umumnya berlangsung pada siang hari. Cria biasanya sudah bisa berdiri dan menyusu dalam beberapa jam setelah lahir, dan penyapihan berlangsung bertahap selama beberapa bulan.

Fakta perkembangbiakan
MetrikNilai
Kematangan kawinSekitar 1 hingga 2 tahun
OvulasiTerinduksi oleh perkawinan
Masa kebuntinganSekitar 11 hingga 12 bulan
Jumlah anakBiasanya satu cria; kembar sangat jarang
PenyapihanBertahap selama beberapa bulan

Memilih dan memelihara alpaka: yang perlu dipertimbangkan

Memelihara alpaka adalah komitmen ternak jangka panjang yang butuh lahan, pagar, minimal satu alpaka pendamping, dan perawatan berkelanjutan selama 15 hingga 20 tahun. Biaya bervariasi menurut ras dan silsilah.

Apakah alpaka cocok untuk Anda?

Alpaka membutuhkan padang rumput, pagar yang aman, dan tempat berlindung, serta harus dipelihara berkelompok, jadi Anda sebaiknya berencana memelihara minimal dua ekor. Alpaka hidup sekitar 15 hingga 20 tahun, menjadikannya komitmen jangka panjang yang sebanding dengan ternak lain. Biaya berkelanjutan mencakup pakan dan jerami, pencukuran tahunan, pengendalian parasit, perawatan dokter hewan, dan perawatan pagar. Alpaka tidak cocok untuk kehidupan dalam ruangan atau perkotaan, dan pemeliharaannya dapat tunduk pada aturan pertanian atau zonasi setempat.

Perkiraan biaya
ItemPerkiraan biaya
Harga beliBervariasi luas menurut ras, bulu, dan silsilah
Kandang dan pagarBiaya awal satu kali, bisa cukup besar
Pakan dan jeramiBerkelanjutan, lebih tinggi saat padang rumput kurang baik
Pencukuran tahunanBiaya rutin setiap tahun
Perawatan dokter hewan dan rutinBerkelanjutan, termasuk pengendalian parasit

Di mana mendapatkan alpaka

Alpaka biasanya dibeli dari peternak atau usaha pertanian skala kecil yang sudah mapan, dan terkadang tersedia lewat penyelamatan atau adopsi ulang bagi hewan yang membutuhkan rumah baru. Belilah dari sumber yang memelihara hewan dengan sehat dan terbiasa ditangani, mengizinkan Anda melihat kawanannya, dan dapat memberi saran perawatan. Karena alpaka membutuhkan teman, rencanakan untuk memperoleh lebih dari satu ekor sekaligus.

Alpaka pertanyaan yang sering diajukan

Pertanyaan umum seputar memelihara alpaka, termasuk berapa lama umurnya, apakah cocok jadi hewan peliharaan, seberapa besar perawatannya, dan apakah bisa dipelihara sendirian.

Apakah alpaka cocok dijadikan hewan peliharaan?

Alpaka bisa menyenangkan untuk dipelihara, tetapi tergolong hewan ternak, bukan hewan peliharaan dalam rumah. Sifatnya jinak dan tenang, tetapi membutuhkan padang rumput, tempat berlindung, dan kebersamaan dengan alpaka lain, sehingga lebih cocok untuk pemilik lahan pedesaan daripada rumah tangga biasa.

Berapa lama alpaka bisa hidup?

Dengan perawatan yang baik, alpaka umumnya hidup sekitar 15 hingga 20 tahun, sehingga memeliharanya merupakan komitmen jangka panjang.

Bolehkah memelihara hanya satu ekor alpaka?

Tidak. Alpaka adalah hewan kawanan dan akan stres jika dipelihara sendirian, sehingga selalu harus dipelihara berkelompok minimal dua ekor.

Berapa biaya untuk memelihara alpaka?

Biayanya bervariasi luas. Selain harga beli, pemilik harus membayar pagar dan tempat berlindung, pakan dan jerami, pencukuran tahunan, pengendalian parasit, serta perawatan dokter hewan, yang semuanya bersifat berkelanjutan.

Apakah alpaka sulit dirawat?

Perawatannya tergolong sedang dan berfokus pada padang rumput yang baik, pagar aman, tempat berlindung, pencukuran tahunan, serta pemeriksaan rutin gigi dan kaki. Tantangan utamanya adalah menyediakan lahan dan menjaga kawanan kecil, bukan rutinitas hariannya sendiri.

Apakah alpaka cocok untuk pemula dan keluarga?

Alpaka umumnya tenang dan aman di dekat manusia, termasuk anak-anak dengan pengawasan, sehingga bisa cocok untuk pemilik pemula yang memiliki lahan dan bersedia mempelajari perawatan ternak. Alpaka paling baik ditangani dengan lembut dan tidak dipegang atau ditahan secara mendadak.

Apakah perlu izin khusus untuk memelihara alpaka?

Sering kali ya. Karena alpaka digolongkan sebagai ternak, aturan zonasi, pertanian, dan pemeliharaan hewan setempat mungkin berlaku, sehingga penting memeriksa persyaratan wilayah sebelum memeliharanya.