Gloucestershire Old Spot
Gloucestershire Old Spot adalah ras warisan Inggris yang lembut dan santai, terkenal karena temperamennya yang jinak serta tradisi merumput di kebun buah.
- Size
- Besar
- Lifespan
- 8–12 years
- Origin
- Inggris
- Temperament
- Jinak
- Standard colors
- Hitam
Characteristics
Gloucestershire Old Spot colors and patterns
What each club's breed standard says about every Gloucestershire Old Spot color and pattern. Point at a ruling to see the club's own wording.
Breed standards describe the Gloucestershire Old Spot in Hitam. Standard patterns: Bertotol.
What the rulings mean
- Sesuai standar
- Described by the club's breed standard.
- Mendiskualifikasi
- The club's breed standard disqualifies an animal of this color or pattern.
Sources
Each ruling comes from the club's published breed standard or color list.
Tentang Gloucestershire Old Spot
Gloucestershire Old Spot adalah babi pusaka besar asal Inggris dengan bulu putih berbintik hitam, sifat tenang, dan riwayat panjang merumput di kebun buah serta padang rumput.
Gloucestershire Old Spot adalah bangsa babi tradisional besar dari Inggris. Tubuhnya berbulu putih dengan satu bintik hitam atau lebih, telinga terkulai yang menutupi wajah, serta badan yang dalam dan berisi, cocok untuk kehidupan di luar kandang. Di antara bangsa babi pusaka, bintik-bintik inilah yang membuatnya paling mudah dikenali.
Bangsa ini dikenal tangguh dan tidak merepotkan, serta tumbuh baik di padang rumput. Dahulu babi ini mencari makan sendiri dari apel yang jatuh, buah sisa panen, hasil sampingan susu, dan rerumputan kasar di peternakan kecil di wilayah barat Inggris. Latar belakang ini membentuk hewan yang hemat, mampu mengubah pakan hijauan dan sisa makanan menjadi daging tanpa terlalu bergantung pada pakan pabrikan.
Sifatnya menjadi salah satu ciri khas utama. Gloucestershire Old Spot tergolong jinak dan berwatak baik, sehingga lebih mudah ditangani dibanding banyak jenis babi komersial. Bangsa ini cocok untuk peternak skala kecil dan peternakan tradisional yang memelihara babi di luar kandang dan menginginkan hewan yang tenang di dekat manusia.
| Atribut | Detail |
|---|---|
| Asal | Inggris |
| Ukuran | Besar |
| Umur harapan hidup | 8 hingga 12 tahun |
| Kelompok/peran | Babi peternakan pusaka (daging, penggembalaan padang rumput, kebun buah) |
| Cocok untuk | Peternak skala kecil, sistem luar kandang berbasis padang rumput |
Cocok untuk siapa
Bangsa ini cocok bagi orang yang memelihara babi di luar kandang, di atas rumput atau di kebun buah, dan menghargai hewan yang jinak serta mudah dikelola. Ini pilihan praktis untuk peternakan skala kecil, peternakan pusaka, dan penggembalaan konservasi, bukan untuk unit produksi indoor yang intensif. Peternak babi pemula sering merasa sifatnya yang tenang memudahkan, meski ukuran tubuh dewasanya yang besar tetap membutuhkan pagar yang kuat dan ruang yang memadai.
Sejarah dan asal usul
Gloucestershire Old Spot berkembang di Berkeley Vale, Gloucestershire, Inggris, sebagai babi peternakan dan kebun buah, dengan perkumpulan bangsa yang didirikan pada awal abad ke-20.
Nama bangsa ini diambil dari county Gloucestershire di wilayah barat Inggris, tempat babi ini berkembang di peternakan-peternakan kecil di Berkeley Vale. Babi ini dipelihara sebagai babi peternakan serbaguna dan erat kaitannya dengan wilayah penghasil susu dan produksi cider di daerah tersebut.
Banyak sifat awal bangsa ini terbentuk dari cara pemberian pakannya. Babi digembalakan di padang rumput dan kebun buah, memakan apel dan pir yang jatuh, serta diberi whey dan hasil sampingan susu lainnya dari peternakan susu setempat. Hal ini menjadikan Gloucestershire Old Spot hewan yang hemat dan cocok untuk pertanian campuran, mengubah sisa dan pakan hijauan menjadi daging.
Sebuah perkumpulan bangsa didirikan di Inggris pada awal abad ke-20 untuk mencatat dan mempromosikan bangsa ini, menjadikannya salah satu registri babi silsilah tertua di negara itu. Bintik hitam khas pada bulu putih menjadi ciri utama bangsa ini, dan muncul cerita rakyat seputar bintik tersebut, termasuk kisah tak berdasar bahwa tanda itu adalah memar akibat buah yang jatuh.
Seperti banyak bangsa ternak tradisional lainnya, populasinya menurun selama abad ke-20 karena pertanian intensif lebih memilih babi komersial yang tumbuh lebih cepat. Gloucestershire Old Spot menjadi langka dan menjadi fokus upaya konservasi oleh organisasi bangsa pusaka. Bangsa ini masih bertahan hingga kini di peternakan skala kecil dan peternakan yang menghargai sifatnya yang tenang, ketangguhannya, dan riwayat penggembalaannya di padang rumput.
Penampilan dan standar bangsa
Gloucestershire Old Spot adalah babi putih besar dengan satu bintik hitam atau lebih, tubuh yang dalam, dan telinga terkulai besar yang menggantung menutupi wajah.
Gloucestershire Old Spot adalah babi besar bertubuh dalam dengan punggung lebar dan paha berdaging tebal. Bulunya didominasi warna putih dengan setidaknya satu bintik hitam yang jelas, dan banyak individu memiliki beberapa bintik sekaligus. Kulit di bawah bintik tersebut berpigmen, sehingga tandanya tampak tegas.
Kepalanya berukuran sedang dengan wajah agak cekung atau lurus. Telinga terkulai yang besar menjadi ciri utama: telinga ini jatuh ke depan dan ke bawah, sering kali menutupi sebagian mata. Kakinya kuat dan terpasang cukup lebar untuk menopang tubuhnya saat berada di padang rumput.
| Ciri | Standar |
|---|---|
| Tinggi | Sekitar 80 hingga 100 cm di bahu pada individu dewasa |
| Berat | Pejantan sekitar 270 hingga 320 kg; induk betina sekitar 230 hingga 270 kg |
| Bulu | Rambut putih pendek dan halus di atas kulit berpigmen dan putih |
| Warna | Putih dengan satu bintik hitam yang jelas atau lebih |
| Telinga | Besar, terkulai (menggantung ke depan menutupi wajah) |
Bulu dan warna
Tanda khasnya adalah bintik hitam pada dasar putih. Babi yang sesuai standar harus memiliki setidaknya satu bintik; jumlah dan ukurannya berbeda pada tiap individu, ada yang hanya memiliki satu bintik kecil, ada pula yang bintiknya lebih banyak. Bintik-bintik ini berada di atas kulit berpigmen, sehingga warnanya tampak baik pada kulit maupun rambut. Selain bintiknya, bulu tetap berwarna putih polos dengan rambut pendek dan agak jarang, khas bangsa ini.
Sifat dan perilaku
Gloucestershire Old Spot adalah babi jinak dan berwatak baik, tenang di dekat manusia, dan umumnya lebih mudah ditangani dibanding banyak bangsa komersial.
Gloucestershire Old Spot dikenal memiliki sifat lembut dan stabil. Induk betina dikenal sebagai induk yang cermat dan penuh perhatian, dan kedua jenis kelamin cenderung tenang serta toleran terhadap orang yang menanganinya. Ini membuat tugas rutin seperti pemberian pakan, pemindahan, dan pemeriksaan kesehatan menjadi lebih mudah dibanding babi yang lebih reaktif.
Bangsa ini suka bersosialisasi dan tumbuh paling baik dengan adanya teman, baik sesama babi maupun kontak rutin dengan manusia. Babi ini cerdas dan penuh rasa ingin tahu, sehingga akan mengais tanah, menjelajah, dan menguji pagar serta kandang. Terhadap orang asing, babi ini biasanya rileks, bukan gugup, meski babi berukuran besar tetap perlu didekati dengan hati-hati karena ukuran dan kekuatannya. Terhadap sesama babi, sifatnya umumnya santai, dan perilaku keindukan yang baik menjadi bagian dari reputasi bangsa ini.
| Sifat | Nilai |
|---|---|
| Kasih sayang | 4 |
| Energi | 2 |
| Kemudahan dilatih | 3 |
| Kecenderungan bersuara | 3 |
| Kerontokan bulu | 2 |
Perawatan dan pemeliharaan
Gloucestershire Old Spot adalah babi luar kandang yang tangguh, membutuhkan padang rumput atau kebun buah, pagar yang aman, tempat berteduh, akses kubangan, dan penanganan rutin.
Perawatan bulu
- Perawatan bulu minimal; rambut putih pendeknya tidak perlu disikat atau dipangkas
- Sediakan kubangan atau area berlumpur saat cuaca panas, karena kulitnya yang pucat mudah terbakar matahari
- Naungan dan, bila perlu, tabir surya pada kulit merah muda yang terbuka membantu mencegah luka bakar
- Periksa kaki dan kulit saat penanganan rutin untuk mendeteksi luka, kepincangan, atau parasit
Aktivitas fisik
- Berikan akses harian ke padang rumput atau kebun buah untuk merumput dan mengais tanah
- Sediakan ruang yang cukup untuk berjalan, mengais, dan mencari makan, yang membuat babi tetap bugar dan sibuk
- Rotasikan atau istirahatkan lahan untuk membatasi penggembalaan berlebihan dan mengurangi penumpukan parasit
- Sediakan benda atau area untuk dikais, karena mengais adalah perilaku alami bangsa ini
Lingkungan
Gloucestershire Old Spot dibuat untuk dipelihara di luar kandang, berbasis padang rumput. Bangsa ini tangguh di iklim sedang, tetapi tetap membutuhkan tempat berteduh yang kering dan bebas angin, seperti kandang lengkung (arc) atau pondok kokoh dengan alas tidur bersih. Pagar harus kuat dan terawat baik, karena babi berukuran besar akan mendorong, mengangkat, dan mengais titik-titik lemah; jaring khusus babi atau pagar listrik biasa digunakan. Akses air bersih yang terus tersedia sangat penting, dan pada cuaca panas kubangan penting untuk mendinginkan tubuh serta melindungi kulit.
Nutrisi dan pemberian pakan
Gloucestershire Old Spot tumbuh baik dengan padang rumput dan pakan hijauan yang dilengkapi ransum babi seimbang, dan jumlah pakan bergantung pada usia, berat, serta kualitas penggembalaan.
Bangsa ini pandai mencari makan sendiri dan secara historis makan dari padang rumput, buah jatuh, dan hasil sampingan susu. Di peternakan skala kecil masa kini, pola makannya biasanya menggabungkan penggembalaan dengan pakan babi olahan yang menyediakan protein, energi, vitamin, dan mineral secara seimbang. Babi yang sedang tumbuh membutuhkan ransum berprotein lebih tinggi, sementara babi dewasa dan induk yang tidak menyusui membutuhkan lebih sedikit agar tidak kelebihan berat badan, sesuatu yang mudah terjadi pada bangsa ini bila pakannya berlebihan.
Jumlah pakan sebaiknya disesuaikan dengan kondisi tubuh, bukan mengikuti angka tetap, karena kualitas penggembalaan berubah sepanjang tahun. Babi di padang rumput subur atau dengan banyak buah jatuh membutuhkan konsentrat lebih sedikit dibanding babi di lahan gersang pada musim dingin.
| Tahap kehidupan | Jumlah per hari | Jumlah pemberian |
|---|---|---|
| Sapihan / babi tumbuh | Sekitar 1 hingga 2 kg ransum pertumbuhan | 2 |
| Babi penggemukan | Sekitar 2 hingga 3 kg ransum penggemukan | 2 |
| Dewasa / induk tidak menyusui | Sekitar 1,5 hingga 2,5 kg ransum pemeliharaan | 1 hingga 2 |
| Induk menyusui | Sekitar 4 hingga 6 kg ditambah tambahan per anak babi | 2 |
Camilan dan suplemen
Apel dan pir yang jatuh, sayuran umbi, dan hasil kebun berlebih cocok untuk bangsa ini dan mencerminkan pola makan tradisionalnya, tetapi camilan sebaiknya hanya menjadi bagian kecil dari total asupan agar babi tidak kegemukan. Ransum komersial lengkap biasanya sudah menyediakan vitamin dan mineral yang dibutuhkan; suplemen tambahan sebaiknya mengikuti saran dokter hewan atau pemasok pakan, bukan ditambahkan begitu saja.
Kesehatan dan umur harapan hidup
Gloucestershire Old Spot adalah bangsa pusaka yang tangguh dan berumur panjang, dengan umur harapan hidup 8 hingga 12 tahun, dan risiko utamanya meliputi luka bakar matahari, kepincangan, parasit, serta kegemukan.
Gloucestershire Old Spot umumnya kuat dan cocok untuk kehidupan di luar kandang, dengan umur harapan hidup sekitar 8 hingga 12 tahun untuk hewan pembiakan maupun peliharaan. Ketangguhan dan kemampuan keindukannya yang baik menjadi salah satu alasan bangsa ini terus dipelihara dalam sistem berbasis padang rumput selama bertahun-tahun. Sebagian besar masalah kesehatan berasal dari cara pengelolaan dan lingkungan, bukan kelemahan bawaan. Kulitnya yang pucat rentan terbakar matahari, dan tubuhnya yang besar membuat kesehatan kaki serta kondisi tubuh perlu diperhatikan.
| Kondisi | Tanda | Catatan |
|---|---|---|
| Luka bakar matahari | Kulit memerah dan nyeri di punggung dan telinga | Sediakan naungan, kubangan, dan tempat berteduh saat matahari terik |
| Kepincangan dan masalah kaki | Pincang, enggan bergerak, kuku tumbuh berlebihan atau retak | Jaga lahan tetap mengalirkan air dengan baik dan periksa kaki secara rutin |
| Parasit dalam dan luar | Kondisi tubuh buruk, sering menggaruk, penurunan berat badan | Terapkan program pengendalian cacing dan parasit yang terencana |
| Kegemukan | Lapisan lemak tebal, kesuburan menurun | Beri pakan sesuai kondisi tubuh dan hindari pemberian pakan berlebihan |
Perawatan pencegahan
- Sediakan naungan, kubangan, dan tempat berteduh untuk mencegah luka bakar matahari
- Jaga lahan tetap mengalirkan air dengan baik dan rotasikan padang rumput untuk membatasi parasit dan penyakit kaki
- Ikuti program pengendalian parasit dan vaksinasi terencana bersama dokter hewan
- Pantau kondisi tubuh dan sesuaikan pakan sebelum babi kelebihan berat badan
- Periksa kaki, kulit, dan kondisi umum saat penanganan rutin
Pembiakan dan membesarkan anak babi
Induk Gloucestershire Old Spot dikenal sebagai induk yang baik, dengan masa bunting sekitar 115 hari dan jumlah anak per kelahiran biasanya sekitar delapan hingga sepuluh ekor.
Bangsa ini memiliki reputasi kuat dalam hal kesuburan dan kemampuan keindukan, salah satu alasan mengapa peternak pusaka menghargainya. Babi dara biasanya dikawinkan setelah tumbuh dengan baik, bukan pada usia paling dini, agar cukup matang secara fisik untuk mengandung dan membesarkan satu kelahiran anak babi. Perkawinan dilakukan secara alami dengan pejantan atau melalui inseminasi buatan.
Masa bunting pada babi berlangsung sekitar tiga bulan, tiga minggu, tiga hari, yang setara dengan sekitar 115 hari. Induk babi melahirkan di tempat yang bersih, kering, dan bebas angin, dan sifat tenang serta keindukan yang cermat pada bangsa ini membantu anak babi memulai kehidupan dengan baik. Anak babi menyusu selama beberapa minggu sebelum disapih, setelah itu mereka beralih ke pakan pertumbuhan padat. Jumlah anak per kelahiran bervariasi tergantung usia dan kondisi induk, dengan induk yang sudah dewasa umumnya membesarkan anak lebih banyak dibanding babi dara yang baru pertama kali melahirkan.
| Metrik | Nilai |
|---|---|
| Usia siap kawin (babi dara) | Sekitar 8 hingga 12 bulan, saat sudah tumbuh dengan baik |
| Masa bunting | Sekitar 115 hari |
| Jumlah anak per kelahiran | Biasanya sekitar 8 hingga 10 ekor |
| Usia sapih | Sekitar 6 hingga 8 minggu |
| Jumlah kelahiran per tahun | Hingga sekitar 2 kali |
Pertanyaan yang sering diajukan
Pertanyaan umum tentang babi Gloucestershire Old Spot mencakup ukuran, sifat, kebutuhan perawatan, umur harapan hidup, kecocokan, dan ketersediaannya.
Seberapa besar ukuran Gloucestershire Old Spot?
Ini bangsa babi besar. Pejantan dewasa umumnya mencapai sekitar 270 hingga 320 kg dan induk betina sekitar 230 hingga 270 kg, dengan tinggi bahu sekitar 80 hingga 100 cm.
Bagaimana sifatnya?
Lembut, tenang, dan berwatak baik. Bangsa ini jinak dan mudah ditangani, dan induk betinanya dikenal sebagai induk yang penuh perhatian, sehingga digemari peternak skala kecil.
Apakah sulit dipelihara?
Ini salah satu babi yang lebih mudah dikelola karena sifatnya yang tenang dan ketangguhannya di padang rumput. Kebutuhan utamanya adalah pagar yang aman, tempat berteduh yang kering, naungan serta kubangan untuk kulitnya yang pucat, dan pemberian pakan sesuai kondisi tubuh.
Berapa lama umur Gloucestershire Old Spot?
Sekitar 8 hingga 12 tahun untuk hewan pembiakan dan peliharaan yang dipelihara dalam kondisi baik.
Apakah bangsa ini cocok untuk pemula?
Sifatnya yang jinak membuatnya cukup memaafkan kesalahan bagi pemula dalam memelihara babi, asalkan peternak dapat memenuhi kebutuhan ruang, pagar, dan kandang luar untuk babi berukuran besar.
Apakah Gloucestershire Old Spot langka?
Populasinya menurun selama abad ke-20 dan bangsa ini menjadi fokus konservasi pusaka. Babi ini terutama dipelihara di peternakan skala kecil dan peternakan tradisional, sehingga ketersediaannya lebih terbatas dibanding bangsa komersial umum.
Mengapa memiliki bintik hitam?
Bintik pada bulu putih adalah tanda khas bangsa ini, terletak di atas kulit berpigmen. Sebuah cerita rakyat lama menyebutkan bintik itu adalah memar akibat buah kebun yang jatuh, tetapi itu hanya mitos.
From the community
Ask about the Gloucestershire Old SpotNo questions about the Gloucestershire Old Spot yet. Be the first to ask.