Himalayan
Marmut Himalayan adalah cavy berpola pointed yang mencolok dengan tubuh putih dan telinga, hidung, serta kaki yang gelap, dikenal karena wataknya yang tenang dan lembut.
- Size
- Sedang
- Lifespan
- 5–7 years
- Origin
- Peru
- Temperament
- Lembut
- Standard colors
- Hitam, Putih, dan Cokelat kakao
Characteristics
Coat and grooming
How the Himalayan coat is built, and what that means when you groom it.
- Lapisan bulu
- Bulu ganda
- Tekstur bulu
- Halus
- Panjang bulu
- Pendek
- Kerontokan
- Rontok sedang
Grooming guidance
Kritis: A Himalayan should not be shaved.
Lapisan dalam menahan panas sama baiknya dengan menahan dingin, dan bulu luar melindungi kulit dari matahari serta gigitan serangga. Mencukur seluruh bulu menghilangkan keduanya. Bulu sering tumbuh kembali belang-belang, lebih lembut, atau berbeda warna, dan pada sebagian hewan bulu penjaga tidak pernah kembali dengan benar. Sikat keluar lapisan dalamnya, jangan dipotong.
Hati-hati: A Himalayan should only be clipped by someone experienced with the species.
Kulit di sini cukup tipis untuk robek di bawah mata pisau, dan hewannya bisa panik saat ditahan diam. Pemangkasan atau pelepasan gimbal sebaiknya diserahkan kepada dokter hewan atau penata yang rutin menangani spesies ini.
Himalayan colors and patterns
What each club's breed standard says about every Himalayan color and pattern. Point at a ruling to see the club's own wording.
Breed standards describe the Himalayan in Hitam, Putih, dan Cokelat kakao. Standard patterns: Ujung gelap.
| Color or pattern | BCC |
|---|---|
| Hitam | Sesuai standar (“Black”) |
| Putih | Sesuai standar (“White body”) |
| Cokelat kakao | Sesuai standar (“Chocolate”) |
| Patterns | |
| Ujung gelap | Sesuai standar (“Himalayan”) |
| Color or pattern | BCC |
|---|---|
| Merah muda / merah | Sesuai standar (“Bright red”) |
Cokelat
| Color or pattern |
|---|
| Putih |
| Cokelat kakao |
| Patterns |
| Ujung gelap |
| Color or pattern |
|---|
| Merah muda / merah |
Hitam
| Color or pattern |
|---|
| Hitam |
| Putih |
| Patterns |
| Ujung gelap |
| Color or pattern |
|---|
| Merah muda / merah |
What the rulings mean
- Sesuai standar
- Described by the club's breed standard.
Color changes
How a Himalayan's colors can change over its life.
Putihchanges toUjung gelap
Bulu · Seiring usia
Putihchanges toUjung gelap
Bulu · Seiring usia
Sources
Each ruling comes from the club's published breed standard or color list.
Tentang marmot Himalaya
Marmot Himalaya adalah marmot berukuran sedang dengan bulu putih dan titik gelap di telinga, hidung, dan kaki, dikenal tenang dan penyayang.
Marmot Himalaya adalah marmot berbulu pendek yang dikenali dari pola bulu gelap pada bagian-bagian tertentu tubuhnya, disebut pola point. Tubuhnya putih bersih, sementara telinga, hidung, dan kaki berwarna gelap, hitam atau cokelat. Corak ini mirip dengan warna pada kelinci Himalaya dan kucing ras point, dan dari situlah nama Himalaya berasal.
Marmot dewasa umumnya memiliki berat 700 hingga 1.200 gram dengan panjang tubuh sekitar 20 hingga 25 sentimeter. Titik-titik gelap ini peka terhadap suhu: warnanya menjadi lebih gelap saat udara dingin dan bisa memudar jika marmot dipelihara di tempat yang hangat, sehingga suhu lingkungan ikut memengaruhi seberapa jelas corak ini terlihat.
Ras ini dikenal berwatak tenang dan bersahabat. Marmot Himalaya umumnya mudah digendong dan cepat terbiasa jika sering disentuh dengan lembut, sehingga banyak dipilih keluarga yang ingin memelihara hewan kecil yang ramah.
| Ciri | Keterangan |
|---|---|
| Asal | Peru |
| Ukuran | Sedang (700 hingga 1.200 g) |
| Umur harapan hidup | 5 hingga 7 tahun |
| Kelompok/peran | Marmot peliharaan |
| Cocok dengan | Sesama marmot, penangan yang lembut, keluarga dengan pengawasan |
Siapa yang cocok memeliharanya
Marmot Himalaya cocok untuk pemilik yang bisa meluangkan waktu setiap hari dan memelihara setidaknya satu marmot lain sebagai teman, karena marmot adalah hewan sosial dan tidak baik dipelihara sendirian. Wataknya yang tenang membuatnya cocok untuk pemula maupun keluarga dengan anak yang sudah cukup besar untuk menggendong hewan kecil dengan hati-hati. Bulunya yang putih mudah menampakkan kotoran dan titik gelapnya bereaksi terhadap suhu, jadi ras ini cocok untuk pemilik yang mau menjaga kandang tetap bersih dan suhunya stabil.
Sejarah dan asal usul
Seperti semua marmot peliharaan, Himalaya berasal dari Peru dan pegunungan Andes, dengan corak point yang terbentuk lewat pembiakan selektif belakangan.
Marmot peliharaan berasal dari marmot liar di pegunungan Andes, Amerika Selatan, di wilayah yang kini menjadi Peru, Bolivia, Ekuador, dan Kolombia. Masyarakat Andes memelihara marmot sebagai sumber pangan dan untuk keperluan ritual selama ribuan tahun sebelum bangsa Eropa datang, dan sejarah panjang domestikasi inilah yang menjadi dasar bagi semua ras modern, termasuk Himalaya.
Pedagang Eropa membawa marmot menyeberangi Atlantik pada abad ke-16, setelah itu hewan ini menyebar ke seluruh Eropa sebagai hewan unik sekaligus peliharaan. Pembiakan selektif di penangkaran selama berabad-abad berikutnya menghasilkan beragam jenis dan warna bulu yang dipelihara sampai sekarang.
Pola point yang menjadi ciri khas Himalaya muncul dari bentuk pigmentasi yang peka terhadap suhu. Mekanisme genetik yang sama juga muncul pada kelinci Himalaya dan ras kucing point, di mana bagian tubuh yang lebih dingin mengembangkan warna gelap sementara bagian yang lebih hangat tetap pucat. Para peternak bekerja untuk mengukuhkan pola ini pada marmot dan menstandardisasi kontras antara tubuh putih dan titik gelapnya.
Himalaya diakui dalam komunitas penggemar marmot sebagai varietas warna tersendiri. Karena titik gelapnya bergantung pada suhu, peternak dan peserta kontes sangat memperhatikan kondisi kandang, sebab suhu hangat pada masa pertumbuhan awal bisa membuat coraknya kurang jelas.
Penampilan dan bulu
Marmot Himalaya memiliki bulu putih halus dengan titik gelap di telinga, hidung, dan kaki, serta mata merah atau merah delima.
Himalaya adalah marmot berbulu pendek dan halus dengan tubuh sedang yang kompak. Ciri utamanya adalah kontras antara tubuh yang putih bersih dan titik gelap di telinga, hidung (disebut smut), dan kaki. Titik gelap ini punya dua warna yang diakui, yaitu hitam atau cokelat. Matanya berwarna merah muda hingga merah delima, ciri khas yang selalu menyertai pola point ini.
| Ciri | Keterangan |
|---|---|
| Panjang | 20 hingga 25 cm |
| Berat | 700 hingga 1.200 g |
| Bulu | Pendek, halus, lebat |
| Warna | Tubuh putih dengan titik hitam atau cokelat |
| Mata | Merah muda hingga merah delima |
Bulu dan warna
Bulu ideal berwarna putih bersih di seluruh tubuh tanpa ada rambut gelap yang menyimpang, dengan titik-titik warna yang jelas dan merata. Smut di hidung idealnya berbentuk seperti buah pir, dan warna telinga serta kaki harus sesuai dengan warna hidung. Karena pigmen berkembang sebagai respons terhadap suhu dingin, anak marmot biasanya lahir hampir seluruhnya putih dan titik gelapnya baru muncul dalam beberapa minggu hingga bulan pertama. Kepekaan yang sama membuat titik ini bisa memudar di kandang yang hangat dan menggelap di suhu yang lebih dingin, sehingga kepekatan warnanya tidak tetap seumur hidup.
Watak dan perilaku
Marmot Himalaya bersahabat, penyayang, dan tenang, mudah digendong serta dekat dengan sesama penghuni kandang dan pemiliknya.
Himalaya dikenal berwatak lembut dan stabil. Marmot ini bersahabat dan penyayang, dan kebanyakan cepat terbiasa digendong jika disentuh secara rutin dan tenang. Mereka cenderung tidak mudah gugup dibanding beberapa galur lain begitu sudah percaya pada pemiliknya, meski seperti marmot pada umumnya, mereka tetap kaget mendengar suara atau gerakan mendadak.
Bersama anggota keluarga, marmot Himalaya yang terbiasa disosialisasikan sering belajar mengenali orang yang memberinya makan dan menggendongnya, bahkan kadang bersuara saat waktu makan tiba. Terhadap orang asing, ia bisa diam membeku atau bersembunyi pada awalnya, jadi tamu baru sebaiknya membiarkan marmot mendekat dengan caranya sendiri, bukan langsung meraihnya.
Marmot adalah hewan berkelompok yang hidup paling baik bersama minimal satu teman sejenis. Himalaya yang dipelihara sendirian bisa menjadi murung dan menarik diri. Sepasang marmot berjenis kelamin sama, atau jantan yang sudah dikebiri dengan betina, biasanya bisa hidup rukun jika diperkenalkan dengan hati-hati. Mereka berkomunikasi lewat berbagai suara, mulai dari decitan, dengkuran, sampai wheek bernada tinggi yang dipakai untuk meminta makan.
| Ciri | Nilai |
|---|---|
| Kasih sayang | 4 |
| Energi | 2 |
| Kemudahan dilatih | 2 |
| Kecerewetan bersuara | 3 |
| Rontok bulu | 2 |
Perawatan dan grooming
Bulu pendeknya tidak butuh banyak perawatan, tapi marmot Himalaya perlu digendong tiap hari, waktu bermain di lantai, dan kandang bersih bebas angin agar tetap sehat.
Grooming
- Sikat bulu pendeknya setiap minggu untuk membuang rambut rontok dan memeriksa kondisi kulit.
- Bersihkan bagian tubuh yang putih sesuai kebutuhan, karena kotoran dan noda urine akan terlihat jelas. Mandikan hanya jika benar-benar perlu, pakai sampo khusus hewan kecil dan keringkan sampai tuntas.
- Periksa dan potong kuku setiap beberapa minggu.
- Periksa telinga dan kelenjar minyak di dekat bagian belakang tubuh, bersihkan dengan lembut jika ada penumpukan kotoran.
Olahraga
- Sediakan waktu bermain di lantai setiap hari dengan pengawasan, di area yang aman dan tertutup.
- Sediakan terowongan, tempat bersembunyi, dan ruang untuk berlari, karena marmot yang senang biasanya popcorning dan berlarian.
- Pelihara minimal satu marmot lain sebagai teman agar keduanya saling berinteraksi dan tetap aktif.
Lingkungan
Letakkan kandang di dalam ruangan, di tempat yang tenang, jauh dari sinar matahari langsung, angin, dan perubahan suhu mendadak. Suhu stabil sekitar 18 hingga 24 derajat Celsius paling sesuai untuk ras ini. Perlu diingat, suhu hangat bisa memudarkan titik gelapnya, jadi ruangan yang terlalu panas memengaruhi kenyamanan sekaligus warnanya. Di iklim tropis Indonesia yang panas dan lembap, gunakan kipas angin atau AC saat cuaca sangat panas dan jaga sirkulasi udara tetap lancar. Sediakan alas kandang yang tebal dan bebas debu, lalu bersihkan secara rutin untuk menjaga kaki dan saluran pernapasannya.
Nutrisi dan pemberian makan
Marmot Himalaya butuh rumput kering tanpa batas, sumber vitamin C setiap hari, sayuran segar, dan pelet dalam jumlah terukur.
Marmot tidak bisa memproduksi vitamin C sendiri dan bergantung pada makanannya untuk memenuhi kebutuhan ini, sehingga pola makan disusun berdasarkan rumput kering, sayuran segar, dan pelet yang diperkaya nutrisi. Rumput kering seperti timothy yang diberikan tanpa batas sebaiknya menjadi bagian terbesar dari makanannya, karena aktivitas mengunyah terus-menerus mengikis gigi yang tumbuh sepanjang hidup dan menjaga pencernaan tetap lancar. Air minum bersih harus selalu tersedia.
| Tahap hidup | Jumlah per hari | Jumlah makan |
|---|---|---|
| Muda/sedang tumbuh | Rumput kering tanpa batas, alfalfa boleh diberikan, 1/8 cangkir pelet, sayuran | 2 |
| Dewasa | Rumput kering tanpa batas, sekitar 1 cangkir sayuran segar, 1/8 cangkir pelet | 2 |
| Lansia | Rumput kering tanpa batas, sayuran, pelet dikurangi sesuai saran dokter hewan | 2 |
Camilan dan suplemen
Berikan vitamin C lewat makanan segar seperti paprika, sayuran berdaun hijau, dan sedikit buah, atau gunakan suplemen vitamin C khusus marmot jika disarankan dokter hewan. Hindari tetes vitamin yang dicampur ke air minum, karena zatnya cepat rusak dan bisa membuat marmot enggan minum. Batasi buah dan sayuran manis hanya sebagai porsi kecil sesekali agar asupan gula tidak berlebihan.
Kesehatan dan masalah umum
Marmot Himalaya hidup sekitar 5 hingga 7 tahun dan rentan terhadap risiko kesehatan khas marmot seperti kekurangan vitamin C, gigi tumbuh berlebihan, dan infeksi saluran napas.
Dengan perawatan yang baik, marmot Himalaya biasanya hidup 5 hingga 7 tahun. Sebagian besar masalah kesehatan berakar pada pola makan, keausan gigi, atau kondisi kandang, sehingga pencegahan berpusat pada rumput kering, vitamin C, dan kandang yang bersih dan kering. Marmot pandai menyembunyikan rasa sakit, jadi penurunan berat badan atau nafsu makan yang menurun adalah tanda awal yang perlu segera ditindaklanjuti.
| Kondisi | Tanda | Catatan |
|---|---|---|
| Kekurangan vitamin C (skorbut) | Lemas, bulu kasar, sendi bengkak, nafsu makan buruk | Dicegah dengan sumber vitamin C harian |
| Gigi tumbuh berlebihan | Ngiler, makanan terjatuh dari mulut, berat badan turun | Dipicu kurangnya rumput kering untuk mengikis gigi |
| Infeksi saluran napas | Keluar cairan, bersin, napas berat | Sering terkait angin atau alas kandang berdebu |
| Bumblefoot (pododermatitis) | Telapak kaki luka dan bengkak | Diperparah oleh lantai kawat atau alas kandang kotor |
| Batu saluran kemih | Darah dalam urine, mengejan saat kencing | Lebih sering terjadi pada pola makan tinggi kalsium |
Perawatan pencegahan
- Sediakan rumput kering tanpa batas dan sumber vitamin C setiap hari.
- Timbang berat badannya setiap minggu agar penurunan berat bisa terdeteksi lebih awal.
- Jaga alas kandang tetap bersih dan kering untuk melindungi kaki dan paru-paru.
- Hindari angin dan kelembapan berlebih, serta batasi alas kandang yang berdebu.
- Jadwalkan pemeriksaan dengan dokter hewan yang berpengalaman menangani mamalia kecil.
Habitat dan kandang
Marmot Himalaya butuh kandang besar berlantai datar, alas tebal bebas debu, tempat bersembunyi, dan lokasi dalam ruangan yang tenang, jauh dari panas dan angin.
Marmot butuh ruang lantai jauh lebih luas daripada yang disediakan kebanyakan kandang di pasaran. Satu marmot Himalaya sebaiknya memiliki setidaknya 0,7 meter persegi ruang lantai yang bisa digunakan, dan sepasang marmot butuh lebih luas lagi. Pilih kandang yang panjang dan berlantai satu, bukan yang bertingkat tinggi, karena marmot tidak bisa memanjat. Letakkan kandang di dalam ruangan, di tempat yang tenang dan suhunya stabil. Karena suhu hangat memudarkan titik gelapnya dan bisa memicu stres akibat panas, hindari menempatkan kandang di bawah sinar matahari langsung atau dekat sumber panas, hal yang perlu diperhatikan khusus mengingat iklim tropis Indonesia cenderung panas dan lembap sepanjang tahun.
| Parameter | Anjuran |
|---|---|
| Ruang lantai (satu ekor) | Minimal 0,7 m persegi |
| Ruang lantai (sepasang) | Minimal 1,0 m persegi |
| Jenis kandang | Berlantai satu, lantai padat |
| Suhu | 18 hingga 24 derajat C |
| Alas kandang | Kertas atau fleece tebal, bebas debu |
| Tempat bersembunyi | Satu per ekor, ditambah terowongan |
Daftar perlengkapan
- Kandang berlantai padat berukuran besar, disesuaikan dengan jumlah marmot.
- Alas kandang tebal dan bebas debu, diganti secara rutin.
- Tempat bersembunyi untuk setiap ekor agar tidak ada yang terpaksa berada di area terbuka.
- Rumput kering yang selalu tersedia di rak atau tumpukan.
- Botol minum atau mangkuk berat, diperiksa setiap hari.
- Mangkuk makan yang berat, diletakkan jauh dari sudut yang jadi tempat buang kotoran.
Pembiakan
Betina Himalaya matang lebih cepat dan melahirkan satu hingga empat anak setelah masa bunting sekitar 59 hingga 72 hari, dengan titik gelap yang baru terbentuk setelah lahir.
Marmot betina mencapai kematangan seksual lebih awal, sering kali pada usia empat hingga enam minggu, sedangkan jantan sekitar tiga hingga lima minggu, sehingga keduanya harus dipisahkan sebelum usia tersebut agar tidak terjadi kehamilan yang tidak direncanakan. Pembiakan yang bertanggung jawab menunggu sampai betina cukup matang secara fisik, tapi tetap dikawinkan sebelum usia sekitar delapan sampai sepuluh bulan, karena tulang panggulnya bisa menyatu setelah usia itu dan membuat proses melahirkan berbahaya.
Masa bunting pada marmot tergolong panjang untuk hewan pengerat, sekitar 59 hingga 72 hari, dengan anak yang lebih banyak cenderung lahir mendekati batas waktu yang lebih pendek. Jumlah anak biasanya satu hingga empat ekor, kadang lebih. Anak marmot lahir dalam kondisi sudah cukup berkembang: berbulu lengkap, mata sudah terbuka, dan bisa bergerak serta menggigit makanan padat dalam hitungan jam, meski masih menyusu selama dua sampai tiga minggu berikutnya.
Anak marmot Himalaya sering lahir dengan warna pucat, dan titik gelapnya baru terbentuk dalam beberapa minggu berikutnya seiring pigmen yang peka suhu mulai berkembang. Betina perlu ruang yang tenang dan bersih untuk melahirkan dan membesarkan anaknya, dengan akses tetap ke rumput kering, vitamin C, dan air selama masa bunting dan menyusui.
| Ukuran | Nilai |
|---|---|
| Kematangan betina | 4 hingga 6 minggu |
| Kematangan jantan | 3 hingga 5 minggu |
| Pertama kali dikawinkan (betina) | Sebelum sekitar 8 hingga 10 bulan |
| Masa bunting | 59 hingga 72 hari |
| Jumlah anak | 1 hingga 4 ekor |
| Masa sapih | 2 hingga 3 minggu |
Pertanyaan yang sering diajukan
Pertanyaan umum seputar ukuran, watak, kebutuhan perawatan, umur, dan kecocokan marmot Himalaya sebagai hewan peliharaan.
Seberapa besar ukuran marmot Himalaya?
Ukurannya sedang, dengan berat sekitar 700 hingga 1.200 gram dan panjang tubuh sekitar 20 hingga 25 sentimeter saat sudah dewasa.
Bagaimana watak marmot Himalaya?
Marmot Himalaya bersahabat, penyayang, lembut, dan tenang. Umumnya mudah digendong dan cepat dekat dengan pemiliknya jika sering disentuh dengan tenang dan rutin.
Apakah marmot Himalaya sulit dirawat?
Perawatannya tergolong sedang. Bulu pendeknya tidak butuh banyak grooming, tapi mereka perlu rumput kering tanpa batas, sumber vitamin C setiap hari, kandang besar yang bersih, dan teman sesama marmot.
Berapa lama marmot Himalaya bisa hidup?
Dengan pola makan dan kandang yang baik, umumnya mereka hidup 5 hingga 7 tahun.
Kenapa titik gelapnya bisa berubah warna?
Titik gelap ini menggunakan pigmen yang peka terhadap suhu. Warnanya menggelap di udara dingin dan memudar di suhu hangat, jadi suhu kandang memengaruhi seberapa jelas coraknya terlihat.
Bisakah marmot Himalaya dipelihara sendirian?
Sebaiknya tidak. Marmot adalah hewan sosial yang paling baik hidup berpasangan atau dalam kelompok kecil sesama jenisnya, jadi pelihara minimal satu teman.
Apakah cocok dipelihara keluarga dengan anak-anak?
Ya, dengan pengawasan. Wataknya yang tenang cocok untuk anak yang sudah cukup besar untuk menggendong hewan kecil dengan lembut dan duduk tenang sambil menggendongnya.
From the community
Ask about the HimalayanNo questions about the Himalayan yet. Be the first to ask.