Pomeranian
Angsa Pomeranian adalah ras saddleback yang tangguh dari Jerman utara, dikenal karena sifatnya yang waspada serta tanda khasnya yang abu-abu dan putih.
- Size
- Sedang
- Lifespan
- 10–15 years
- Origin
- Jerman
- Temperament
- Waspada
- Standard colors
- Putih dan Abu-abu
Characteristics
Pomeranian colors and patterns
What each club's breed standard says about every Pomeranian color and pattern. Point at a ruling to see the club's own wording.
Breed standards describe the Pomeranian in Putih dan Abu-abu. Standard patterns: Polos dan Bercak putih.
| Color or pattern | PCGB | EE | BWA |
|---|---|---|---|
| Putih | Sesuai standar (“grey saddleback”) | Sesuai standar (“weiß; graugescheckt”) | Sesuai standar (“grey saddleback”) |
| Abu-abu | Sesuai standar (“grey saddleback”) | Sesuai standar (“graugescheckt; grau”) | Sesuai standar (“grey saddleback”) |
| Kuning gading tua | No ruling | No ruling | No ruling |
| Patterns | |||
| Polos | No ruling | Sesuai standar (“grau; weiß”) | No ruling |
| Bercak putih | Sesuai standar (“grey saddleback”) | Sesuai standar (“graugescheckt”) | Sesuai standar (“grey saddleback”) |
| Color or pattern |
|---|
| Biru |
| Color or pattern |
|---|
| Oranye |
| Merah muda |
| Color or pattern |
|---|
| Oranye |
| Color or pattern |
|---|
| Putih |
What the rulings mean
- Sesuai standar
- Described by the club's breed standard.
Color changes
How a Pomeranian's colors can change over its life.
Abu-abuchanges toPutih
Bulu burung · Seiring usia
Sources
Each ruling comes from the club's published breed standard or color list.
Tentang angsa Pomeranian
Angsa Pomeranian adalah ras angsa rumahan berukuran sedang dari Jerman bagian utara, dikenal dari pola pelana abu-abu putih dan sifatnya yang tenang namun selalu waspada.
Angsa Pomeranian adalah ras angsa rumahan yang dikembangkan di wilayah Pomerania di sepanjang pantai Laut Baltik, Jerman bagian utara. Burung berukuran sedang ini dipelihara untuk diambil dagingnya, telurnya, dan sebagai penjaga kandang. Ras ini tahan banting dan mudah beradaptasi dengan iklim sejuk dan lembab.
Ada dua pola warna yang umum: pola pelana, di mana bercak abu-abu atau kuning kecokelatan berada di atas tubuh berwarna putih, serta pola abu-abu polos atau putih polos. Pola pelana adalah bentuk yang paling identik dengan ras ini dan menjadi ciri khasnya.
Para pemilik menggambarkan angsa Pomeranian sebagai hewan yang ramah kepada orang yang sudah dikenalnya, namun tetap waspada terhadap orang asing dan perubahan di lingkungan sekitarnya. Kombinasi ini menjadikannya angsa peternakan yang praktis sekaligus responsif terhadap orang yang membesarkannya sejak masih anak angsa.
| Atribut | Detail |
|---|---|
| Asal | Jerman (Pomerania) |
| Ukuran | Sedang |
| Umur | 10 hingga 15 tahun |
| Kelompok/peran | Angsa serbaguna (daging, telur, penjaga) |
| Cocok dengan | Pemilik yang sudah dikenal, kawanan peternakan, waspada terhadap orang asing |
Untuk siapa angsa ini cocok
Angsa Pomeranian cocok untuk peternak yang menginginkan ras tahan dingin untuk peternakan kecil atau kebun luas yang memiliki akses ke rumput dan air. Sifatnya yang waspada berguna untuk menjaga kawanan, tetapi ia membutuhkan ruang yang cukup dan tidak sesuai untuk lingkungan perkotaan yang sempit. Orang yang dapat menangani anak angsa sejak dini akan mendapatkan angsa dewasa yang lebih jinak.
Sejarah dan asal-usul
Angsa Pomeranian berasal dari wilayah Pomerania di Jerman bagian utara, di mana ia diternakkan selama berabad-abad sebagai angsa peternakan sebelum menyebar ke seluruh Eropa bagian utara dan ke Amerika Utara.
Ras ini mengambil namanya dari Pomerania, wilayah bersejarah di pantai selatan Laut Baltik yang membentang di sebagian wilayah Jerman dan Polandia saat ini. Angsa telah dipelihara di sana untuk diambil daging dan bulunya selama berabad-abad, dan para petani setempat memilih burung-burung yang tahan banting dan sesuai dengan iklim pesisir yang sejuk dan lembab.
Bentuk pelana abu-abu menjadi tipe yang diakui di Jerman bagian utara. Seleksi mengutamakan burung yang berproduksi baik di padang rumput dan tahan terhadap musim dingin yang keras, ciri-ciri yang mendefinisikan landrace regional sebelum adanya standarisasi resmi.
Ras ini menyebar ke barat melalui Eropa bagian utara bersama perdagangan pertanian dan migrasi. Imigran Jerman dipercaya membawa angsa Pomeranian ke Amerika Utara, di mana ras ini mendapatkan penggemar di kalangan peternak skala kecil dan peserta pameran unggas.
Hingga kini angsa Pomeranian tetap menjadi ras serbaguna tradisional, bukan unggas komersial berproduksi tinggi. Ia dipelihara oleh peternak kecil dan pemulia yang peduli kelestarian, yang menjaga pola pelana dan karakter kerja ras ini.
Penampilan dan standar ras
Angsa Pomeranian adalah ras bertubuh penuh berukuran sedang yang paling dikenal dari pola pelananya berupa bercak abu-abu atau kuning kecokelatan di atas tubuh putih, dengan perut berlekuk tunggal serta paruh dan kaki berwarna merah muda.
Angsa Pomeranian memiliki tubuh yang lebar dan dalam dengan postur hampir horizontal. Ras ini dikenal memiliki perut berlekuk tunggal, berbeda dari lekukan ganda yang ditemukan pada beberapa angsa yang lebih berat. Kepalanya bulat dengan paruh yang kokoh, dan lehernya berukuran sedang.
| Ciri | Detail |
|---|---|
| Bobot | Jantan sekitar 7 hingga 8 kg; betina sekitar 6 hingga 7 kg |
| Bulu | Bulu lebat tahan air |
| Warna | Pelana abu-abu, pelana kuning kecokelatan, abu-abu polos, putih polos |
| Paruh | Merah muda kemerahan |
| Mata | Biru pada burung putih; lebih gelap pada burung berwarna |
Bulu dan warna
Ciri khas yang menonjol adalah pola pelana: bulu berwarna menutupi kepala, leher, punggung, dan paha, sementara bagian tubuh lainnya tetap putih. Abu-abu adalah warna klasiknya, dengan kuning kecokelatan sebagai varian yang diakui. Burung abu-abu polos dan putih polos juga ada dalam ras ini. Paruh, kaki, dan telapak kaki berwarna merah muda kemerahan, yang kontras dengan bulu putih.
Temperamen dan perilaku
Angsa Pomeranian bersifat ramah dengan orang yang dikenalnya namun waspada dan protektif, menjadikannya burung penjaga yang vokal dan memiliki ikatan kuat dengan pemilik serta kawanannya.
Angsa Pomeranian bertemperamen tenang dengan pengelola yang sudah dikenalnya dan cepat menyesuaikan diri ketika dipelihara sejak masih anak angsa. Di dalam kawanan ia bersifat sosial dan memiliki ikatan yang erat dengan angsa lain.
Ras ini selalu waspada dan protektif. Ia memperhatikan pengunjung dan perubahan di lingkungannya lalu mengumumkannya dengan keras, itulah mengapa ia sudah lama dipelihara sebagai burung penjaga kandang. Angsa jantan bisa menjadi lebih agresif selama musim kawin, terutama saat menjaga pasangan atau sarang.
Terhadap unggas lain ras ini biasanya toleran jika tersedia cukup ruang dan sumber daya. Terhadap orang asing ia tetap berhati-hati, dan penanganan yang lembut sejak dini adalah cara terbaik agar angsa dewasa mudah dikelola.
| Sifat | Nilai |
|---|---|
| Kasih sayang (kepada pemilik) | 3 |
| Energi | 3 |
| Kemampuan dilatih | 3 |
| Tingkat kegaduhan | 5 |
| Kerontokan bulu (molting) | 3 |
Perawatan dan pemeliharaan
Angsa Pomeranian membutuhkan rumput untuk digembalakan, air bersih untuk mandi, dan kandang kering yang aman dari predator; ia tahan terhadap kondisi dingin dan basah serta hampir tidak memerlukan perawatan bulu.
Perawatan bulu
- Ras ini menjaga kondisi bulunya sendiri dan tidak perlu dipotong atau dirapikan.
- Sediakan air yang cukup dalam agar burung bisa mencelupkan kepalanya dan membasahi bulunya, yang menjaga mata, lubang hidung, dan bulu tetap bersih.
- Periksa kaki, telapak kaki, dan kloaka selama pergantian bulu tahunan dan saat penanganan rutin.
- Potong kuku hanya jika tumbuh terlalu panjang di permukaan keras.
Olahraga
- Berikan akses harian ke padang rumput atau halaman berumput; rumput adalah makanan sekaligus aktivitas.
- Sediakan ruang untuk berjalan, mencari makan, dan mandi daripada mengurungnya.
- Rotasi area penggembalaan untuk menjaga padang rumput tetap bersih dan mengurangi beban parasit.
Lingkungan
Angsa Pomeranian tahan terhadap cuaca dingin dan basah berkat bulu lebat yang tahan air. Ia membutuhkan kandang yang kering, bebas angin, dengan alas tebal untuk malam hari dan cuaca buruk, serta naungan di musim panas. Pagar harus menjaga angsa tetap di dalam dan mencegah predator masuk, dan kandang malam harus kokoh untuk menghalau rubah dan anjing.
Nutrisi dan pemberian pakan
Angsa Pomeranian adalah penggembal alami yang pola makannya didominasi rumput, dilengkapi dengan pakan unggas atau bebek air, kerikil, dan air bersih yang selalu tersedia.
Angsa adalah burung penggembal, dan padang rumput yang baik dapat memenuhi sebagian besar kebutuhan pangan angsa Pomeranian dewasa selama musim pertumbuhan. Tambahkan rumput dengan pelet unggas atau bebek air yang diformulasikan, serta biji-bijian utuh seperti gandum. Selalu sediakan kerikil yang tidak larut agar burung dapat menggiling pakan, dan pastikan selalu ada akses ke air minum bersih.
| Tahap hidup | Jumlah per hari | Frekuensi |
|---|---|---|
| Anak angsa (0 hingga 3 minggu) | Pakan starter tersedia setiap saat | Bebas |
| Masa tumbuh (3 hingga 8 minggu) | Pelet grower ditambah rumput | 2 |
| Dewasa dengan padang rumput baik | Sekitar 150 hingga 250 g suplemen | 1 hingga 2 |
| Dewasa, penggembalaan terbatas | Sekitar 250 hingga 350 g pakan ditambah sayuran hijau | 2 |
Camilan dan suplemen
Sayuran berdaun hijau, gulma kebun seperti dandelion, dan selada merupakan camilan yang aman dalam jumlah wajar. Cangkang tiram yang dihancurkan yang diberikan secara terpisah membantu kualitas cangkang telur pada angsa betina yang sedang bertelur. Camilan sebaiknya hanya menjadi bagian kecil dari pakan agar burung tetap menggembalakan diri dan mengonsumsi pakan yang seimbang.
Kesehatan dan kondisi umum
Angsa Pomeranian adalah ras yang kuat dan berumur panjang dengan rata-rata 10 hingga 15 tahun, dengan sebagian besar masalah kesehatan berkaitan dengan parasit, cedera kaki, dan nutrisi daripada penyakit keturunan.
Angsa Pomeranian kuat dan, dengan pemeliharaan yang baik, dapat hidup selama 10 hingga 15 tahun. Sebagian besar masalah berasal dari lingkungan dan manajemen, bukan dari ras itu sendiri. Air bersih, alas kering, dan rotasi padang rumput mencegah sebagian besar masalah umum.
| Kondisi | Tanda | Catatan |
|---|---|---|
| Bumblefoot | Pembengkakan dan pincang pada telapak kaki | Berkaitan dengan permukaan keras atau kasar; jaga permukaan tetap bersih dan rata |
| Parasit internal | Penurunan berat badan, kondisi tubuh buruk | Kelola dengan rotasi padang rumput dan pemberian obat cacing sesuai anjuran |
| Sayap malaikat | Bulu sayap memelintir ke luar pada anak angsa | Sering disebabkan oleh pakan yang terlalu kaya nutrisi selama masa pertumbuhan |
| Telur macet | Mengejan, lesu pada angsa betina yang bertelur | Sediakan kerikil dan kalsium; minta bantuan dokter hewan |
Perawatan pencegahan
- Rotasi padang rumput dan jaga air tetap bersih untuk membatasi parasit.
- Sediakan kerikil dan kalsium yang cukup untuk burung yang sedang bertelur.
- Periksa kaki dan telapak kaki secara rutin untuk mengetahui adanya luka dan pembengkakan.
- Berikan anak angsa ransum grower yang seimbang untuk menghindari sayap malaikat.
- Jaga kandang tetap kering dan beralas tebal.
Habitat dan kandang
Angsa Pomeranian membutuhkan area luar ruangan dengan rumput dan air mandi serta kandang malam yang kering dan aman dari predator, dan ia tahan terhadap tanah yang dingin dan basah.
Ras ini dirancang untuk kehidupan di luar ruangan di padang rumput. Pengaturan ideal mencakup padang rumput untuk digembala, sumber air bersih untuk mandi, dan kandang yang kokoh untuk malam hari dan cuaca buruk. Karena angsa Pomeranian tahan terhadap dingin dan lembab, kandang difokuskan untuk menjaga burung tetap kering dan aman dari predator, bukan untuk menghangatkannya.
| Parameter | Rekomendasi |
|---|---|
| Ruang kandang | Sekitar 1 hingga 1,5 m² per angsa |
| Area luar ruangan | Sebanyak mungkin padang rumput; rotasi area |
| Air | Kolam atau bak yang cukup dalam untuk mencelupkan kepala |
| Alas | Jerami atau serbuk gergaji tebal, dijaga tetap kering |
| Pagar | Minimal setinggi 1 m, aman dari predator di malam hari |
Daftar periksa pengaturan
- Kandang malam yang kering, berventilasi baik, dan bebas angin.
- Alas bersih dan tebal yang diganti secara teratur.
- Air mandi dan air minum yang terpisah.
- Naungan untuk cuaca panas.
- Pagar keliling yang kokoh dan kandang yang bisa dikunci untuk menangkal rubah dan anjing.
Penetasan dan inkubasi
Telur angsa Pomeranian menetas dalam sekitar 28 hingga 34 hari, baik dierami oleh angsa maupun di dalam mesin, dan membutuhkan kehangatan yang stabil, kelembaban tinggi, serta pemutaran telur yang teratur.
Angsa Pomeranian dapat mengerami telurnya sendiri dengan andal, dan angsa yang mengerami adalah induk yang penuh perhatian. Telur juga bisa diinkubasi secara artifisial ketika diperlukan kontrol lebih besar. Telur angsa berukuran besar dan mendapat manfaat dari pendinginan dan penyemprotan ringan selama inkubasi, yang meniru induk burung yang meninggalkan sarang.
| Parameter | Pengaturan |
|---|---|
| Suhu | Sekitar 37,5°C (inkubator udara paksa) |
| Kelembaban | Sekitar 55 hingga 60 persen, meningkat menjelang penetasan |
| Hari | 28 hingga 34 |
| Pemutaran | Minimal 4 hingga 6 kali sehari hingga 3 hari sebelum menetas |
Langkah-langkah penetasan
- Letakkan telur yang bersih dan segar dengan ujung runcing sedikit menghadap ke bawah.
- Jaga suhu dan kelembaban tetap stabil serta putar telur setiap hari.
- Candling sekitar hari ke-10 untuk memeriksa perkembangan.
- Dinginkan dan semprot telur dengan air sedikit sekali sehari mulai minggu pertama.
- Hentikan pemutaran sekitar 3 hari sebelum tanggal perkiraan menetas dan naikkan kelembaban.
- Biarkan anak angsa menetas dan kering sepenuhnya di dalam inkubator sebelum dipindahkan ke brooder yang hangat.
Pertanyaan yang sering diajukan
Pertanyaan umum tentang angsa Pomeranian mencakup ukuran, temperamen, kebutuhan perawatan, umur, kesesuaian, dan ketersediaan.
Seberapa besar angsa Pomeranian tumbuh?
Ini adalah ras berukuran sedang. Jantan memiliki bobot sekitar 7 hingga 8 kg dan betina sekitar 6 hingga 7 kg.
Bagaimana temperamen angsa Pomeranian?
Ia ramah dengan pengelola yang sudah dikenal namun waspada dan protektif, serta merupakan burung yang vokal dan selalu waspada terhadap orang asing.
Apakah angsa Pomeranian sulit dipelihara?
Tidak. Ia kuat dan mudah dirawat asalkan tersedia rumput untuk digembalakan, air mandi, serta kandang kering yang aman dari predator, sehingga cocok untuk peternak kecil.
Berapa lama angsa Pomeranian hidup?
Dengan perawatan yang baik mereka dapat hidup sekitar 10 hingga 15 tahun.
Apakah ras ini pilihan yang baik untuk peternakan kecil?
Ya. Ia adalah angsa serbaguna yang praktis untuk daging dan telur sekaligus berfungsi sebagai penjaga kawanan yang waspada, namun membutuhkan ruang dan tidak cocok untuk lingkungan perkotaan yang sempit.
Dari mana asal angsa Pomeranian?
Ia berasal dari wilayah Pomerania di Jerman bagian utara di sepanjang pantai Laut Baltik.
Seberapa umum angsa Pomeranian?
Ini adalah ras tradisional yang dipelihara terutama oleh peternak kecil dan pemulia yang peduli kelestarian, bukan dalam kawanan komersial besar, sehingga ketersediaannya bervariasi menurut daerah dan Anda mungkin perlu mencarinya dari peternak spesialis.
From the community
Ask about the PomeranianNo questions about the Pomeranian yet. Be the first to ask.