Nigerian Dwarf
Nigerian Dwarf adalah kambing perah mini yang ramah dan suka bermain, dicintai sebagai hewan peliharaan keluarga karena kepribadiannya yang manis dan susunya yang kaya.
- Size
- Kecil
- Lifespan
- 12–15 years
- Origin
- Amerika Serikat
- Temperament
- Ramah
- Standard colors
- Hitam, Putih, dan Cokelat and 4 more
Characteristics
Nigerian Dwarf colors and patterns
What each club's breed standard says about every Nigerian Dwarf color and pattern. Point at a ruling to see the club's own wording.
Breed standards describe the Nigerian Dwarf in Hitam, Putih, Cokelat, Cokelat kakao, Emas, Buckskin, dan Krem. Standard patterns: Belang, Roan, Bertotol, Bersabuk, Cokelat bergaris hitam, Bertanda cokelat, dan Leher hitam.
| Color or pattern | ADGA | AGS |
|---|---|---|
| Hitam | Sesuai standar (“Any color or combination of colors”) | Sesuai standar (“Black”) |
| Putih | Sesuai standar (“Any color or combination of colors”) | Sesuai standar (“White Gold”) |
| Cokelat | Sesuai standar (“Any color or combination of colors”) | Sesuai standar (“Brown (very dark, medium and light browns)”) |
| Cokelat kakao | Sesuai standar (“Any color or combination of colors”) | Sesuai standar (“chocolate”) |
| Emas | Sesuai standar (“Any color or combination of colors”) | Sesuai standar (“Gold / dark gold / red gold”) |
| Buckskin | Sesuai standar (“Any color or combination of colors”) | Sesuai standar (“Buckskin”) |
| Krem | Sesuai standar (“Any color or combination of colors”) | Sesuai standar (“cream”) |
| Patterns | ||
| Belang | Sesuai standar (“Any color or combination of colors”) | Sesuai standar (“Pinto”) |
| Roan | Sesuai standar (“Any color or combination of colors”) | Sesuai standar (“Roan”) |
| Bertotol | Sesuai standar (“Any color or combination of colors”) | Sesuai standar (“Moon Spots”) |
| Bersabuk | Sesuai standar (“Any color or combination of colors”) | Sesuai standar (“Belted or Branded”) |
| Cokelat bergaris hitam | Sesuai standar (“Any color or combination of colors”) | Sesuai standar (“Chamoisee”) |
| Bertanda cokelat | Sesuai standar (“Any color or combination of colors”) | Sesuai standar (“Black and Tan”) |
| Leher hitam | Sesuai standar (“Any color or combination of colors”) | Sesuai standar (“Schwartzal”) |
What the rulings mean
- Sesuai standar
- Described by the club's breed standard.
Sources
Each ruling comes from the club's published breed standard or color list.
Tentang kambing Nigerian Dwarf
Nigerian Dwarf adalah kambing perah mungil asal Amerika Serikat yang dipelihara sebagai hewan keluarga sekaligus penghasil susu andal di lahan terbatas.
Nigerian Dwarf adalah kambing perah mini dengan tinggi bahu kurang dari 60 cm (di bawah dua kaki), namun hasil susunya kerap mengejutkan orang yang baru pertama kali berkenalan dengan jenis ini. Kambing dewasa biasanya memiliki bobot sekitar 34 kg (75 pon), angka yang masih terjangkau bagi pemelihara yang tidak punya ruang atau tenaga untuk kambing perah berukuran penuh. Kombinasi tubuh kecil dan produksi susu yang stabil inilah yang membuat jenis ini merambah dari sejumlah peternakan awal ke pekarangan rumah dan peternakan hobi di banyak daerah.
Ada dua alasan utama orang memelihara Nigerian Dwarf, dan keduanya sering berjalan beriringan. Sebagian mengejar susunya, yang kadar lemaknya tinggi dengan rasa ringan dan agak manis. Sebagian lain tertarik pada wataknya. Kambing ini ramah dan senang didekati, aktif mencari perhatian manusia, dan cenderung lembut terhadap anak-anak. Wether (kambing jantan yang dikebiri) cocok menjadi teman yang tenang, sementara betina (doe) bekerja lewat produksi susu di kandang perah.
Kambing adalah hewan yang hidup berkelompok, sehingga satu ekor Nigerian Dwarf saja tidak akan berkembang dengan baik. Sediakan minimal dua ekor. Mereka akrab satu sama lain maupun dengan orang yang merawatnya sehari-hari, dan sifat sosial ini pula yang membuat jenis ini mudah dipelihara.
| Ciri | Keterangan |
|---|---|
| Asal | Amerika Serikat |
| Ukuran | Kecil (sekitar 34 kg / 75 pon) |
| Umur harapan hidup | 12 sampai 15 tahun |
| Kelompok/peran | Kambing perah mini, hewan peliharaan keluarga |
| Akrab dengan | Anak-anak, sesama kambing, sebagian besar ternak |
Cocok untuk siapa
Nigerian Dwarf cocok bagi pemelihara dengan lahan terbatas yang tetap ingin mendapat susu segar atau memiliki hewan yang bisa diajak dekat oleh keluarga. Tubuhnya yang kecil berarti biaya pakan lebih rendah dan penanganan lebih mudah dibanding kambing ukuran standar. Jenis ini pas untuk pemelihara kambing pemula, keluarga dengan anak-anak, dan pekebun rumahan yang menginginkan hasil susu tanpa harus memelihara hewan besar. Jenis ini kurang cocok bagi siapa pun yang hanya sanggup memelihara satu ekor atau menginginkan kambing yang tahan ditinggal sendirian dalam waktu lama.
Sejarah dan asal usul
Nigerian Dwarf berasal dari kambing kecil Afrika Barat yang dibawa ke Amerika Serikat, lalu dikembangkan pembiak menjadi kambing perah mini sejati sepanjang abad ke-20.
Jenis ini berakar dari kambing kecil asal Afrika Barat. Hewan-hewan tersebut tiba di Amerika Serikat pada awal hingga pertengahan abad ke-20, dan banyak dari kambing impor pertama ini masuk lewat kebun binatang maupun koleksi pribadi. Mereka datang bersamaan dengan kambing Afrika Barat berbadan lebih besar dan kekar yang kelak menjadi kambing Pygmy, dan untuk beberapa waktu kedua tipe ini belum dipisahkan secara jelas.
Pembiak Amerika kemudian memisahkan kedua garis keturunan ini berdasarkan tujuan dan bentuk tubuh. Kambing yang lebih tinggi dan berkonformasi perah dikembangkan menjadi Nigerian Dwarf, sedangkan kambing bertubuh padat dan berat menjadi Pygmy. Nigerian Dwarf dibiakkan mengarah pada proporsi kambing perah ukuran penuh yang diperkecil, bukan mengarah pada bentuk gempal khas kambing pedaging atau kambing hias.
Memasuki paruh akhir abad ke-20, jenis ini mendapat banyak peminat di peternakan rumahan dan lahan kecil karena mampu menghasilkan susu dalam jumlah yang berarti dari hewan yang makan jauh lebih sedikit dibanding betina kambing perah standar. Lembaga registrasi ternak di Amerika Serikat mengakui Nigerian Dwarf sebagai jenis kambing perah tersendiri, dan pengakuan itu membantu membakukan ukuran, konformasi tubuh, dan karakter perahnya.
Jenis ini tetap merupakan hasil pengembangan Amerika yang dibangun dari bibit induk Afrika. Popularitasnya terus meningkat seiring makin banyak orang memelihara ternak di lahan sempit dan pekarangan rumah.
Penampilan dan standar jenis
Nigerian Dwarf adalah kambing perah bertubuh padat dan proporsional dengan tinggi di bawah 61 cm, berbulu halus dalam banyak corak warna, dan sering bermata biru.
Nigerian Dwarf tampak seperti kambing perah versi mini, bukan kambing hias bertubuh gempal. Tubuhnya seimbang dan kakinya lurus, dengan bentuk yang mencerminkan konformasi kambing perah. Baik betina maupun jantan berukuran kecil, dan kesan keseluruhannya adalah hewan yang rapi dan halus bentuknya. Kambing jenis ini bisa terlahir tanpa tanduk (polled) secara alami atau bertanduk, dan banyak pemelihara memilih memotong calon tanduk (disbudding) pada anak kambing sejak usia muda.
| Ciri | Standar |
|---|---|
| Tinggi | Betina hingga sekitar 57 cm (22,5 in); jantan hingga sekitar 60 cm (23,5 in) di bagian pundak |
| Bobot | Sekitar 34 kg (75 pon) saat dewasa |
| Bulu | Pendek hingga sedang, halus, licin |
| Warna | Hitam, putih, emas, cokelat, dan banyak kombinasi; corak belang dan roan umum dijumpai |
| Mata | Cokelat atau biru |
Bulu dan warna
Bulunya halus dan menempel rapat ke tubuh, dengan pertumbuhan sedikit lebih panjang saat musim dingin di daerah beriklim sejuk. Warna adalah salah satu ciri paling beragam pada jenis ini. Ada kambing bercorak polos maupun campuran dalam warna hitam, putih, emas, dan cokelat, dan banyak yang memiliki bintik, semburat putih di telinga serta moncong, atau bercak roan. Mata biru muncul pada jenis ini dan disukai banyak pemelihara, meski mata cokelat sama sahnya. Tidak ada satu warna pun yang dianggap baku, dan itu sebagian alasan mengapa satu kelahiran bisa menghasilkan anak kambing dengan corak yang sangat beragam.
Watak dan perilaku
Nigerian Dwarf adalah kambing yang ramah, suka bermain, dan dekat dengan manusia, mudah akrab dengan pemeliharanya serta cocok didekati anak-anak dan ternak lain.
Nigerian Dwarf dikenal berwatak santai dan penuh kasih sayang. Kambing ini aktif mencari perhatian manusia, mengikuti pemeliharanya berkeliling, dan sering mendekat minta digaruk atau disentuh. Sifat ramah ini juga berlaku pada anak-anak, dan karena tubuhnya kecil, kambing ini jarang menjatuhkan anak kecil saat bermain, meski pengawasan tetap perlu di sekitar ternak jenis apa pun.
Terhadap orang asing, jenis ini lebih penasaran daripada takut begitu terbiasa ditangani, dan kontak rutin sejak usia muda menghasilkan kambing dewasa yang paling tenang. Terhadap sesama kambing, mereka mudah bergaul dan menempatkan diri dalam hierarki kelompok tanpa banyak konflik. Umumnya mereka bisa hidup berdampingan dengan ternak lain seperti unggas, domba, dan kuda, dan sepasang kambing yang sudah akrab akan saling menemani ketika pemiliknya sedang tidak di rumah.
Mereka suka bermain, memanjat, melompat, dan menjelajah. Rasa ingin tahu ini menarik, tetapi juga berarti kambing yang bosan atau kurang mendapat stimulasi akan mencoba menjebol pagar dan gerendel. Wether dan betina cenderung paling konsisten lembut, sementara jantan yang belum dikebiri bisa bersikap dominan dan mengeluarkan bau menyengat saat musim kawin, itulah sebabnya kebanyakan pemelihara hewan peliharaan memilih betina atau wether.
| Sifat | Nilai |
|---|---|
| Kasih sayang | 5 |
| Energi | 4 |
| Kemudahan dilatih | 4 |
| Kecenderungan bersuara | 3 |
| Kerontokan bulu | 2 |
Perawatan dan kebutuhan harian
Nigerian Dwarf butuh teman sejenis, pagar yang aman, pakan dan air setiap hari, potong kuku rutin, serta tempat berlindung dari hujan dan dingin, dengan betina perah perlu jadwal tetap.
Perawatan tubuh
- Potong kuku setiap 6 sampai 8 minggu untuk mencegah kuku tumbuh berlebih dan pincang
- Sikat sesekali untuk membuang bulu rontok, dengan perhatian lebih saat musim rontok
- Periksa telinga, mata, dan kulit saat memegangnya untuk mendeteksi parasit atau iritasi
- Betina perah butuh perawatan ambing yang bersih dan kandang perah yang dilap rutin
Aktivitas fisik
- Sediakan area berpagar aman untuk berkeliaran dan merumput setiap hari
- Tambahkan struktur panjatan seperti batang kayu, panggung, atau batu besar untuk bermain
- Beri akses ke semak, daun, dan gulma untuk dijelajah bila memungkinkan
- Pelihara minimal dua ekor agar mereka bisa bergerak dan bermain bersama
Lingkungan
Nigerian Dwarf butuh tempat berlindung yang kering dan bebas angin masuk untuk melindunginya dari hujan, angin, dan salju. Kambing jauh lebih tahan hawa dingin daripada kelembapan, sehingga alas kandang yang kering lebih penting daripada penghangat ruangan. Pagar harus benar-benar aman sebab kambing kecil dan lincah ini bisa memanjat dan menyelinap lewat celah yang tidak akan dilewati hewan berbadan lebih besar. Sediakan air bersih sepanjang waktu dan suplemen mineral yang diformulasikan khusus untuk kambing.
Nutrisi dan pemberian pakan
Nigerian Dwarf makan terutama hijauan dan semak dengan tambahan biji-bijian terukur untuk betina perah dan anak kambing yang sedang tumbuh, ditambah air bersih dan mineral khusus kambing.
Dasar pakan Nigerian Dwarf adalah hijauan. Rumput kering (hay) berkualitas baik atau padang rumput, ditambah semak seperti perdu dan gulma, sudah memenuhi sebagian besar kebutuhan betina yang tidak sedang menyusui atau wether. Biji-bijian (konsentrat khusus kambing) ditambahkan untuk hewan yang butuh energi ekstra, terutama betina perah dan anak kambing yang sedang tumbuh, dan diberikan dalam jumlah terukur, bukan sebebasnya. Mineral kambing berbentuk lepas dengan kandungan tembaga dan selenium yang sesuai wilayah setempat harus tersedia sepanjang waktu, bersama air bersih.
| Tahap hidup | Jumlah per hari | Frekuensi makan |
|---|---|---|
| Anak kambing (sapih sampai 6 bulan) | Hay sebebasnya ditambah sedikit takaran biji-bijian khusus anak kambing | 2 |
| Betina kering / wether dewasa | Hay atau padang rumput sebebasnya; biji-bijian sedikit atau tanpa sama sekali | Merumput sepanjang hari |
| Betina perah | Hay sebebasnya ditambah biji-bijian perah terukur saat pemerahan | 2 |
| Betina bunting (akhir kebuntingan) | Hay sebebasnya ditambah takaran biji-bijian yang ditingkatkan bertahap | 2 |
Camilan dan suplemen
Wortel, apel, pisang, atau biji bunga matahari dalam jumlah kecil bisa jadi camilan latihan yang berguna. Batasi camilan hanya sebagai bagian kecil dari pola makan agar tidak mengganggu asupan hijauan. Bolus tembaga dan suplemen selenium mungkin diperlukan di wilayah yang kekurangan mineral tersebut, tetapi dosisnya harus atas saran dokter hewan, karena kedua mineral ini beracun bila berlebihan.
Kesehatan dan gangguan umum
Nigerian Dwarf tergolong kambing tangguh yang umumnya hidup 12 sampai 15 tahun, dengan risiko kesehatan utama berupa parasit dalam, ketidakseimbangan mineral, dan gangguan pencernaan yang bisa dicegah.
Nigerian Dwarf tergolong tangguh dan berumur panjang untuk ukuran kambing, dengan masa hidup umum 12 sampai 15 tahun di bawah perawatan yang baik. Sebagian besar masalah kesehatan pada jenis ini terkait cara perawatan, bukan faktor genetik, sehingga perawatan yang konsisten mencegah mayoritas gangguan. Ancaman terbesar yang terus mengintai kambing dari jenis apa pun adalah parasit dalam, terutama cacing barber pole, yang menyebabkan anemia.
| Gangguan | Tanda | Catatan |
|---|---|---|
| Parasit dalam (cacing barber pole) | Gusi pucat, lemas, berat badan turun, bottle jaw | Pantau dengan skor FAMACHA; beri obat cacing secara terarah |
| Koksidiosis | Diare, pertumbuhan lambat pada anak kambing | Paling berbahaya pada anak kambing muda yang berkerumun |
| Kembung | Perut kiri membesar, tampak tidak nyaman | Dipicu pakan kaya nutrisi secara mendadak atau legum basah |
| Batu saluran kemih (wether/jantan) | Mengejan, tidak keluar urine, merintih | Terkait ketidakseimbangan mineral; kondisi darurat |
| Busuk/kerak kuku | Pincang, kuku berbau | Terkait alas yang basah; potong kuku dan jaga tetap kering |
Perawatan pencegahan
- Potong kuku setiap 6 sampai 8 minggu
- Periksa warna kelopak mata bagian dalam (FAMACHA) untuk menentukan waktu obat cacing dan menghindari pemberian dosis pukul rata
- Jaga vaksinasi CDT tetap sesuai jadwal menurut anjuran dokter hewan
- Sediakan mineral lepas yang tepat dan pakan dengan rasio kalsium-fosfor seimbang, terutama untuk wether
- Jaga alas dan lantai kandang tetap kering untuk mencegah penyakit kuku
Perkembangbiakan dan membesarkan anak kambing
Nigerian Dwarf bisa kawin sepanjang tahun, mengandung sekitar lima bulan, dan umumnya melahirkan anak kembar dua atau tiga yang dibesarkan induknya dengan sedikit campur tangan.
Nigerian Dwarf mencapai kematangan seksual sejak dini, dan jantan sudah bisa subur pada usia beberapa bulan, itulah salah satu alasan anak jantan sering dipisahkan atau dikebiri lebih awal. Kebanyakan pembiak menunggu betina tumbuh cukup besar, umumnya sekitar usia 8 bulan atau lebih dan mencapai bobot yang sesuai, sebelum kawin pertama kali. Berbeda dari kebanyakan jenis kambing lain, Nigerian Dwarf bisa birahi sepanjang tahun, sehingga anak kambing bisa lahir di musim apa saja.
Masa kebuntingan berlangsung sekitar 145 sampai 153 hari, kurang lebih lima bulan. Jenis ini dikenal produktif dalam jumlah anak per kelahiran, dengan kembar dua atau tiga yang umum, bahkan jumlah lebih banyak pun memungkinkan. Betina umumnya menjadi induk yang baik, membersihkan dan menyusui anaknya tanpa banyak bantuan, dan anak kambing yang mungil ini cepat berdiri serta menemukan puting susu induknya.
Anak kambing menyusu selama beberapa minggu dan mulai mencicipi hay serta biji-bijian dalam hitungan hari. Pemotongan calon tanduk (disbudding), bila dipilih, dilakukan pada minggu pertama atau kedua, dan anak jantan yang akan dijadikan hewan peliharaan biasanya dikebiri setelah beberapa minggu. Rencanakan memelihara minimal dua anak kambing bersamaan, karena kebutuhan sosial jenis ini sudah berlaku sejak lahir.
| Ukuran | Nilai |
|---|---|
| Musim kawin | Sepanjang tahun |
| Kawin pertama betina | Sekitar usia 8 bulan atau lebih, tergantung bobot |
| Masa kebuntingan | Sekitar 145 sampai 153 hari (kurang lebih 5 bulan) |
| Jumlah anak umum | Kembar dua atau tiga; anak tunggal dan berempat mungkin terjadi |
| Masa sapih | Sekitar 8 sampai 12 minggu |
Pertanyaan yang sering diajukan
Pertanyaan umum seputar kambing Nigerian Dwarf mencakup ukuran, watak, kebutuhan perawatan, umur harapan hidup, kecocokan sebagai hewan peliharaan, dan ketersediaannya.
Seberapa besar ukuran kambing Nigerian Dwarf?
Ini jenis kambing kecil. Betina tingginya sampai sekitar 57 cm (22,5 in) dan jantan sampai sekitar 60 cm (23,5 in) di bagian pundak, dengan bobot dewasa sekitar 34 kg (75 pon).
Apakah kambing Nigerian Dwarf ramah?
Ya. Mereka ramah, penuh kasih sayang, dan suka bermain, mudah akrab dengan pemeliharanya, serta umumnya lembut terhadap anak-anak, yang menjadi daya tarik utama sebagai hewan peliharaan.
Apakah sulit merawatnya?
Perawatannya masih bisa dikelola pemula. Kebutuhan utamanya adalah teman sesama kambing, pagar yang aman, pakan dan air setiap hari, potong kuku rutin, tempat berlindung yang kering, serta pemantauan parasit.
Berapa lama kambing Nigerian Dwarf bisa hidup?
Dengan perawatan yang baik, umumnya hidup 12 sampai 15 tahun.
Bolehkah memelihara satu ekor saja sebagai peliharaan?
Tidak. Kambing adalah hewan berkelompok, dan satu ekor Nigerian Dwarf yang sendirian akan menjadi stres dan berisik. Peliharalah minimal dua ekor.
Benarkah kambing ini menghasilkan susu?
Ya. Meski berukuran kecil, betinanya adalah penghasil susu yang produktif, dan susunya kaya lemak dengan rasa ringan dan agak manis.
Apakah mudah menemukannya?
Jenis ini populer di kalangan pemelihara peternakan kecil dan pekarangan rumah di Amerika Serikat, sehingga anak kambingnya cukup mudah didapat dari pembiak, terutama pada musim semi dan musim kelahiran utama.
From the community
Ask about the Nigerian DwarfNo questions about the Nigerian Dwarf yet. Be the first to ask.