
Spitz Jepang
Japanese Spitz adalah pendamping yang penuh kasih sayang dan ceria dengan bulu putih cemerlang serta sifat yang penuh pengabdian dan mencintai keluarga.
- Size
- Kecil
- Lifespan
- 12–16 years
- Origin
- Jepang
- Temperament
- Penyayang
- Standard colors
- Putih
Characteristics
Coat and grooming
How the Spitz Jepang coat is built, and what that means when you groom it.
- Lapisan bulu
- Bulu ganda
- Tekstur bulu
- Beludru
- Panjang bulu
- Panjang
- Kerontokan
- Rontok musiman
Grooming guidance
Kritis: A Spitz Jepang should not be shaved.
Lapisan dalam menahan panas sama baiknya dengan menahan dingin, dan bulu luar melindungi kulit dari matahari serta gigitan serangga. Mencukur seluruh bulu menghilangkan keduanya. Bulu sering tumbuh kembali belang-belang, lebih lembut, atau berbeda warna, dan pada sebagian hewan bulu penjaga tidak pernah kembali dengan benar. Sikat keluar lapisan dalamnya, jangan dipotong.
Hati-hati: A Spitz Jepang coat mats easily.
Bulu halus atau panjang kusut di pangkalnya, di luar pandangan, tempat gimbal mengencang dan menarik kulit. Penyikatan harus turun sampai akar bagian demi bagian, bukan sekadar menyapu permukaan.
Informasi: A Spitz Jepang drops its undercoat in heavy bursts.
Lapisan dalam keluar dalam gelombang besar selama beberapa minggu. Garu lapisan dalam, atau mandi diikuti pengeringan tiup yang benar, mengeluarkannya jauh lebih cepat daripada menyikat harian. Memangkas bulu pendek bukan jalan pintas untuk ini.
Spitz Jepang colors and patterns
What each club's breed standard says about every Spitz Jepang color and pattern. Point at a ruling to see the club's own wording.
Breed standards describe the Spitz Jepang in Putih. Standard patterns: Polos.
| Color or pattern | FCI | AKC | UKC | KC | KUSA |
|---|---|---|---|---|---|
| Putih | Sesuai standar (“pure white”) | Sesuai standar (“White”) | Sesuai standar (“pure white”) | Sesuai standar (“pure white”) | Sesuai standar (“pure white”) |
| Albino | Tidak diakui | Tidak diakui | Mendiskualifikasi (“albinism”) | Tidak diakui | Tidak diakui |
| Patterns | |||||
| Polos | Sesuai standar (“pure white”) | Sesuai standar (“White”) | Sesuai standar (“pure white”) | Sesuai standar (“pure white”) | Sesuai standar (“pure white”) |
| Color or pattern | FCI | AKC | UKC | KC | KUSA |
|---|---|---|---|---|---|
| Cokelat tua | Sesuai standar (“dark in colour”) | Sesuai standar (“dark in colour”) | Sesuai standar (“dark in color”) | Sesuai standar (“dark”) | Sesuai standar (“dark in colour”) |
| Color or pattern | FCI | AKC | UKC | KC | KUSA |
|---|---|---|---|---|---|
| Hitam | Sesuai standar (“small, round and black”) | Sesuai standar (“small, round and black”) | Sesuai standar (“small, round, and black”) | Sesuai standar (“a small, black, round nose”) | Sesuai standar (“small, round, and black”) |
What the rulings mean
- Sesuai standar
- Described by the club's breed standard.
- Mendiskualifikasi
- The club's breed standard disqualifies an animal of this color or pattern.
- Tidak diakui
- The club does not accept this color or pattern for the breed.
Color changes
How a Spitz Jepang's colors can change over its life.
Putihchanges toRoan
Bulu · Seiring usia · from 2 weeks
Hitamchanges toHidung salju
Hidung · Seiring musim · can change back
Hitamchanges toMerah muda
Hidung · Seiring musim · can change back
Sources
Each ruling comes from the club's published breed standard or color list.
Mengenal Japanese Spitz
Japanese Spitz adalah anjing pendamping kecil berbulu putih asal Jepang, dikenal berwatak penyayang, ceria, dan sangat lekat dengan keluarganya.
Japanese Spitz adalah anjing pendamping berukuran kecil yang dikembangkan di Jepang pada awal abad ke-20. Bulunya berlapis ganda dan berwarna putih bersih, moncongnya lancip, telinganya segitiga dan tegak, sedangkan ekornya berumbai serta dibawa melengkung di atas punggung. Anjing dewasa umumnya memiliki tinggi bahu sekitar 30 sampai 38 cm dengan bobot kira-kira 5 sampai 10 kg, sehingga ras ini masuk kategori kecil.
Rasnya penyayang dan gemar bermain. Ia membentuk ikatan erat dengan orang-orang di rumahnya dan cenderung berada di dekat mereka sepanjang hari. Meski bertubuh kecil, Japanese Spitz waspada dan akan menggonggong untuk memberi tahu kedatangan tamu, sehingga menjadi anjing penjaga yang cakap. Ia umumnya akrab dengan anak-anak dan bisa menyesuaikan diri dengan hewan peliharaan lain bila diperkenalkan dengan cara yang tepat.
Bulunya terlihat sulit dirawat, tetapi mudah melepaskan kotoran dan sebenarnya lebih ringan diurus daripada kesan yang ditimbulkannya. Ras ini cocok bagi pemilik yang menginginkan anjing rumah yang setia, mampu menemaninya secara rutin, serta bisa memberi olahraga harian yang sedang.
| Atribut | Rincian |
|---|---|
| Asal | Jepang |
| Ukuran | Kecil (sekitar 5 sampai 10 kg) |
| Usia harapan hidup | 12 sampai 16 tahun |
| Kelompok / peran | Anjing pendamping |
| Cocok dengan | Anak-anak, keluarga, hewan lain dengan pengenalan |
Cocok untuk siapa
Japanese Spitz sesuai untuk keluarga, pasangan, maupun individu yang sering berada di rumah atau dapat menghindari meninggalkan anjing sendirian dalam waktu lama. Ia hidup baik di apartemen maupun di rumah, asalkan mendapat jalan-jalan harian dan waktu bermain. Orang yang menginginkan anjing tenang perlu tahu bahwa ras ini waspada dan cukup vokal terhadap suara asing, walaupun gonggongan bisa dikurangi lewat pelatihan.
Sejarah dan asal usul
Japanese Spitz dikembangkan di Jepang pada tahun 1920-an dan 1930-an dari anjing spitz putih impor, dengan standar ras yang ditetapkan setelah Perang Dunia Kedua.
Japanese Spitz dikembangkan di Jepang selama tahun 1920-an dan 1930-an. Para pembiak bekerja dari anjing bertipe spitz putih yang didatangkan ke negeri itu, dengan German Spitz putih termasuk anjing yang kerap disebut sebagai bibit dasar. Beberapa spitz putih kecil dari kawasan lain turut diimpor sepanjang tahun 1930-an untuk memperluas basis pembiakan.
Tujuannya adalah anjing pendamping kecil yang sehat, berbulu putih bersih, dan berwatak stabil. Para pembiak menyeleksi ukuran, kualitas bulu, serta pembawaan sepanjang beberapa generasi untuk memantapkan tipe yang konsisten.
Japan Kennel Club menerbitkan standar ras yang terpadu pada tahun 1948, setelah Perang Dunia Kedua sempat menghentikan perkembangan sebelumnya. Sejak saat itu ras ini mapan sebagai anjing pendamping Jepang yang tersendiri, bukan sekadar varian daerah.
Sepanjang paruh kedua abad ke-20, Japanese Spitz menyebar ke luar Jepang dan memperoleh pengakuan dari klub kennel di sejumlah negara. Ras ini tetap populer sebagai anjing keluarga di Jepang dan memiliki penggemar yang mantap di dunia internasional.
Penampilan dan standar ras
Japanese Spitz adalah anjing kecil berbentuk persegi dengan bulu ganda putih bersih, moncong lancip, telinga tegak, dan ekor yang dibawa di atas punggung.
Japanese Spitz memiliki garis tubuh yang seimbang dan sedikit persegi, kepala berbentuk baji, moncong lancip, serta telinga kecil segitiga yang berdiri tegak. Matanya gelap, lonjong, dan sedikit sipit, sedangkan hidung dan bibir hitamnya memberi kontras jelas terhadap bulu putih. Ekornya berpangkal tinggi dan dibawa melingkar di atas punggung dengan sebaran bulu panjang.
Bulu adalah ciri utamanya. Lapisan luarnya lurus dan berdiri menjauhi tubuh, menutupi lapisan dalam yang pendek dan rapat, paling panjang di sekitar leher tempat ia membentuk kalung, dan lebih pendek di wajah, telinga, serta kaki bagian bawah.
| Ciri | Standar |
|---|---|
| Tinggi | Jantan sekitar 30 sampai 38 cm; betina sedikit lebih kecil |
| Bobot | Sekitar 5 sampai 10 kg |
| Bulu | Lapis ganda: lapisan luar lurus berdiri, lapisan dalam rapat |
| Warna | Hanya putih bersih |
| Mata | Gelap, lonjong, sedikit sipit, dengan tepi hitam |
Bulu dan warna
Warnanya putih bersih tanpa tanda apa pun. Standar hanya menerima warna putih, sehingga warna lain dianggap cacat menurut standar ras. Bulu ganda ini menolak air dan kotoran, dan bulu putihnya sering tampak bersih dengan sedikit usaha. Lapisan dalam rontok deras saat pergantian bulu musiman, sementara lapisan luar menjaga siluet mengembang khas ras ini sepanjang sisa tahun.
Temperamen dan kepribadian
Japanese Spitz penyayang, gemar bermain, dan setia pada keluarganya, waspada terhadap orang asing, serta umumnya akrab dengan anak-anak dan hewan lain.
Japanese Spitz adalah anjing ceria dan penyayang yang lekat dengan seisi rumahnya. Ia cenderung mengikuti anggota keluarga dari ruangan ke ruangan dan senang menjadi bagian dari kegiatan sehari-hari. Ras ini tetap gemar bermain hingga dewasa dan menyambut perhatian dengan energi serta kehangatan.
Terhadap keluarga ia setia dan lembut, umumnya sabar dan akrab dengan anak-anak bila dibesarkan bersama mereka. Terhadap orang asing ia waspada, bukan agresif. Ras ini menyadari kedatangan orang baru dan menggonggong untuk memberi sinyal, sehingga menjadi anjing penjaga yang bisa diandalkan, meski biasanya tenang kembali setelah menerima tamu. Terhadap anjing dan kucing lain ia mudah bergaul bila pengenalan dilakukan dengan tenang.
Japanese Spitz tidak suka ditinggal sendirian dalam waktu lama dan bisa menjadi murung atau berisik bila terisolasi. Sosialisasi dini membantunya tetap percaya diri dan menekan gonggongan berlebih.
| Sifat | Nilai |
|---|---|
| Kasih sayang | 5 |
| Energi | 3 |
| Kemudahan dilatih | 4 |
| Kecenderungan menggonggong | 4 |
| Kerontokan bulu | 4 |
Perawatan dan grooming
Japanese Spitz butuh penyikatan rutin, olahraga harian sedang, dan teman, dengan perawatan bulu lebih intensif saat pergantian bulu musiman.
Grooming
- Sikat dua sampai tiga kali seminggu untuk mengangkat lapisan dalam dan mencegah gimbal, terutama di belakang telinga dan pada badan.
- Sikat setiap hari saat pergantian bulu musiman, yang biasanya terjadi dua kali setahun.
- Mandikan hanya bila perlu; tekstur bulu mampu melepaskan kotoran dan mandi terlalu sering dapat mengeringkan kulit.
- Potong kuku tiap beberapa minggu dan periksa telinga dari kotoran.
- Sikat gigi beberapa kali seminggu untuk menjaga kesehatan gigi, yang menjadi perhatian umum pada ras kecil.
Olahraga
- Berikan sekitar 30 sampai 60 menit aktivitas per hari lewat jalan-jalan dan bermain.
- Tambahkan permainan seperti lempar-ambil atau sesi latihan singkat untuk memanfaatkan kecerdasannya yang cepat.
- Hindari olahraga berat saat cuaca panas, karena bulu gandanya menahan hawa hangat.
Lingkungan
Japanese Spitz menyesuaikan diri di apartemen maupun rumah asalkan mendapat jalan-jalan harian dan teman. Ia anjing dalam ruangan dan sebaiknya tinggal bersama keluarga, bukan di luar. Ras ini lebih tahan cuaca sejuk daripada panas karena bulunya yang rapat.
Nutrisi dan pemberian makan
Japanese Spitz butuh pakan ras kecil bermutu dengan porsi terukur yang dibagi menjadi beberapa kali sehari, disesuaikan dengan bobot dan aktivitas untuk mencegah obesitas.
Japanese Spitz tumbuh baik dengan pakan lengkap dan seimbang yang diformulasikan untuk ras kecil. Pilih makanan yang sesuai tahap usia anjing, dengan sumber protein yang jelas dan kadar lemak terkendali. Karena tubuhnya kecil dan kebutuhan makannya sederhana, ukurlah porsi alih-alih menyediakan makanan bebas, dan timbang anjing secara berkala agar kenaikan bobot terdeteksi dini.
| Tahap usia | Jumlah per hari | Frekuensi |
|---|---|---|
| Anak anjing (2 sampai 6 bulan) | Sesuai panduan produk menurut bobot | 3 sampai 4 |
| Muda (6 sampai 12 bulan) | Sesuai panduan produk menurut bobot | 2 sampai 3 |
| Dewasa | Sekitar 3/4 sampai 1 1/2 cangkir pakan kering | 2 |
| Senior | Sedikit dikurangi; pantau bobot | 2 |
Camilan dan suplemen
Batasi camilan sekitar 10 persen dari kalori harian dan kurangi jatah makan utama agar tidak berlebihan. Air bersih harus selalu tersedia. Sebagian besar Japanese Spitz yang mendapat pakan lengkap tidak memerlukan suplemen; tambahkan hanya atas saran dokter hewan, misalnya untuk menopang sendi pada anjing yang lebih tua.
Kesehatan dan penyakit umum
Japanese Spitz umumnya sehat dengan usia harapan hidup 12 sampai 16 tahun, dengan luksasi patela, gangguan mata, dan penyakit gigi termasuk hal yang perlu diwaspadai.
Japanese Spitz adalah ras yang umumnya sehat dengan usia harapan hidup khas 12 sampai 16 tahun. Seperti banyak anjing kecil, ia bisa mengalami masalah tempurung lutut dan gigi, dan beberapa gangguan mata muncul pada ras ini. Membeli dari pembiak yang menyaring bibitnya serta menjaga perawatan hewan rutin membantu menekan risiko.
| Kondisi | Tanda | Catatan |
|---|---|---|
| Luksasi patela | Langkah melompat, pincang berselang pada kaki belakang | Umum pada ras kecil; dari ringan sampai perlu operasi |
| Atrofi retina progresif | Buta senja, penglihatan menurun | Penyakit mata bawaan; penapisan tersedia |
| Mata berair / noda air mata | Mata berair, noda di dekat sudut dalam | Sering hanya kosmetik; singkirkan saluran tersumbat |
| Penyakit gigi | Napas bau, karang gigi, gusi memerah | Kerap pada ras kecil; cegah dengan perawatan di rumah |
Perawatan pencegahan
- Jaga vaksinasi inti dan pengendalian parasit tetap terkini.
- Jadwalkan pemeriksaan hewan tahunan, menjadi dua kali setahun untuk anjing senior.
- Pertahankan rutinitas gigi dengan penyikatan teratur dan pembersihan profesional sesuai anjuran.
- Jaga anjing pada bobot ramping untuk melindungi lutut dan sendi.
- Tanyakan kepada pembiak soal penapisan lutut dan mata pada induknya.
Pelatihan dan sosialisasi
Japanese Spitz cerdas dan ingin menyenangkan pemiliknya, sehingga mudah dilatih dengan metode konsisten berbasis imbalan dan sosialisasi dini.
Japanese Spitz cerdas dan penuh perhatian kepada pemiliknya, sehingga pelatihan berjalan mulus bila sesi berlangsung singkat, konsisten, dan menyenangkan. Ras ini ingin menyenangkan dan cepat menangkap perintah, tetapi bisa peka, sehingga koreksi keras cenderung berbalik merugikan. Karena ras ini waspada dan vokal, latihan dini untuk mengelola gonggongan sangat berharga, begitu pula sosialisasi luas agar ia tetap percaya diri terhadap orang dan hewan lain.
Dasar-dasar
- Mulai sosialisasi sejak dini, kenalkan anak anjing pada beragam orang, tempat, dan suara.
- Ajarkan respons andal terhadap nama dan panggilan kembali lebih dulu.
- Bangun perintah inti seperti duduk, diam, dan tiarap dalam sesi singkat harian.
- Tambahkan isyarat tenang untuk mengelola gonggongan peringatan sebelum menjadi kebiasaan.
- Latih waktu sendiri yang tenang secara bertahap untuk mencegah stres akibat perpisahan.
Pembiakan dan pengasuhan anak
Japanese Spitz umumnya matang untuk dibiakkan setelah tahun pertama, menghasilkan jumlah anak sedikit, dan butuh penapisan kesehatan induk yang cermat.
Pembiakan Japanese Spitz yang bertanggung jawab dimulai dengan induk yang telah disaring kesehatannya dan menunggu hingga kedua anjing matang secara fisik dan perilaku, biasanya setelah tahun pertama dan sering kali sampai tahun kedua. Masa bunting pada anjing berlangsung sekitar 63 hari sejak pembuahan. Sebagai ras kecil, Japanese Spitz biasanya menghasilkan jumlah anak yang sedikit, umumnya berkisar satu sampai empat ekor, dengan variasi menurut tiap individu.
Anak anjing lahir berwarna putih dan bergantung pada induk untuk kehangatan serta pemberian susu pada minggu-minggu awal. Penyapihan dimulai sekitar usia tiga sampai empat minggu, dan anak-anak anjing terbantu oleh penanganan lembut serta pengenalan dini pada pemandangan dan suara rumah tangga biasa. Anak anjing umumnya berpindah ke rumah baru setelah sekitar delapan minggu, setelah disapih dan mulai divaksinasi. Pembiak sebaiknya menyaring kondisi lutut dan mata serta menempatkan anak anjing pada keluarga yang siap menerima pendamping penyayang yang menuntut perhatian.
| Metrik | Nilai |
|---|---|
| Kematangan biak | Biasanya setelah 12 bulan |
| Masa bunting | Sekitar 63 hari |
| Jumlah anak khas | 1 sampai 4 ekor |
| Penyapihan | Sekitar 3 sampai 4 minggu |
| Pemindahan paling awal | Sekitar 8 minggu |
Mendaftarkan anjing ras Spitz Jepang beserta microchipnya
Profil gratis seumur hidup untuk anjing ras Spitz Jepang Anda di United Pet Club, termasuk registrasi microchip tanpa biaya.
Cara mendaftarkan anjing ras Spitz Jepang di Indonesia
Mulai dari profil: nama anjing ras Spitz Jepang, tanggal lahir, satu foto yang jelas, dan nomor telepon Anda, tersimpan dalam beberapa menit. Profil gratis sepanjang umur anjing, dan nomor chip bisa ditambahkan kapan saja. Pendaftaran anjing jalan dengan atau tanpa chip.
Dokter hewan memasang chip, tetapi mendaftarkan nomornya tidak ada yang mengerjakan untuk Anda, dan chip yang belum terdaftar tidak menunjuk siapa pun. Daftarkan microchip gratis di paket seumur hidup: semua merek diterima, pindah rumah pembaruan gratis, catatan bisa dicari 24 jam di dalam dan luar negeri. Buat akun gratis dan selesaikan keduanya malam ini.
Bagaimana cara mendaftarkan anjing ras Spitz Jepang di Indonesia?
Buat akun gratis di United Pet Club, isi data anjing ras Spitz Jepang dengan foto, lalu simpan profil. Gratis sepanjang umur anjing, dan nomor chip bisa disusulkan kapan pun.
Bagaimana mendaftarkan microchip anjing ras Spitz Jepang?
Masukkan nomor chip 15 digit ke akun gratis bersama alamat dan nomor telepon Anda. Paket seumur hidup menerima semua merek chip dan tidak pernah memungut biaya pembaruan.
Apakah microchip wajib untuk anjing ras Spitz Jepang di Indonesia?
Tidak ada kewajiban nasional; yang wajib di banyak provinsi adalah vaksinasi rabies. Chip baru berguna bila ada catatan terkini di baliknya, dan catatan itu gratis di United Pet Club.
Berapa biaya mendaftarkan anjing ras Spitz Jepang?
Nol rupiah. Paket gratis seumur hidup mencakup profil, registrasi microchip, dan semua pembaruan berikutnya, tanpa biaya tahunan.
Pertanyaan yang sering diajukan
Pertanyaan umum tentang Japanese Spitz meliputi ukuran, temperamen, grooming, usia hidup, kecocokan untuk keluarga, dan ketersediaan.
Seberapa besar Japanese Spitz bisa tumbuh?
Ia ras kecil. Anjing dewasa memiliki tinggi bahu sekitar 30 sampai 38 cm dan bobot kira-kira 5 sampai 10 kg, dengan jantan biasanya sedikit lebih besar daripada betina.
Bagaimana temperamen Japanese Spitz?
Ia penyayang, gemar bermain, dan setia pada keluarganya. Ras ini waspada dan akan menggonggong pada orang asing atau suara tak biasa, tetapi bersahabat dan bukan agresif setelah menerima tamu.
Apakah Japanese Spitz sulit dirawat?
Perawatannya sedang. Bulu putihnya perlu disikat dua sampai tiga kali seminggu dan setiap hari saat pergantian bulu musiman, tetapi bulunya mudah melepaskan kotoran. Ras ini juga butuh jalan-jalan harian dan teman secara rutin.
Berapa lama Japanese Spitz hidup?
Usia harapan hidup khasnya 12 sampai 16 tahun. Perawatan hewan rutin, kebersihan gigi, dan bobot yang sehat menunjang umur panjang.
Apakah Japanese Spitz cocok dengan anak-anak dan hewan lain?
Ya. Ia umumnya akrab dengan anak-anak dan bisa rukun dengan anjing serta kucing lain bila diperkenalkan dengan tepat, terutama bila disosialisasikan sejak dini.
Apakah Japanese Spitz banyak menggonggong?
Ras ini waspada dan cenderung menggonggong pada orang baru dan suara. Pelatihan dini, termasuk isyarat tenang, dan sosialisasi yang baik menjaga gonggongan tetap terkendali.
Apakah Japanese Spitz mudah ditemukan?
Ia populer di Jepang dan memiliki penggemar yang mantap di negara lain, meski ketersediaannya berbeda menurut wilayah. Bekerja sama dengan pembiak tepercaya yang menyaring kesehatan induk sangat dianjurkan.
From the community
Ask about the Spitz JepangNo questions about the Spitz Jepang yet. Be the first to ask.
Browse Dog breeds